Tangis Haru Calon Jemaah Tinggalkan Anak Balita Demi Ibadah Haji

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Momen keberangkatan menuju Tanah Suci, Mekkah, di Arab Saudi diwarnai tangis haru calon jemaah yang harus rela meninggalkan anak balita demi menunaikan ibadah haji tahun ini.

Pemandangan emosional ini tergambar jelas dari sosok Leny Azkiyah (37), yang tak kuasa menahan kesedihan saat berpamitan dengan putra kecilnya dari balik pagar besi asrama haji.

Sebagai pengalaman pertamanya menunaikan rukun Islam kelima, Leny mengaku perasaannya sangat berkecamuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di satu sisi ia merasa sangat bahagia dan bersyukur, namun di sisi lain berat rasanya melepaskan sang buah hati yang masih sangat kecil.

"Ya Allah, seneng, tapi campur sedih juga ya ninggalin anak ini. Umur 5 tahun setengah," ungkap Leny saat ditemui di dalam Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (22/4) siang.

Keputusan berat melepaskan sejenak keluarga ini harus ia ambil lantaran kesempatan bertamu ke Baitullah merupakan penantian panjang yang telah dinanti selama belasan tahun menunggu antrean keberangkatan.

"Persiapannya panjang, lama. Bertahun-tahun, dari 2013, didoain ya," ujar Leny.

Leny pun berusaha tegar, terlebih karena ia mendapat dukungan penuh dari sanak saudara yang berjanji akan merawat putranya selama ia menunaikan ibadah.

"Iya sedih. Tapi untung alhamdulillah ada keluarga-keluarga semua yang jagain dia," ucap Leny.

Suasana perpisahan itu semakin haru ketika sang putra menahan tangis sembari mengulurkan tangannya dari sela-sela jeruji besi, menolak ditinggal pergi.

Sejumlah kerabat yang mengantar pun turut meneteskan air mata terbawa suasana haru.

Di tengah isak tangis tersebut, pihak keluarga tak henti-hentinya memberikan penguatan moral serta memanjatkan doa keselamatan agar Leny dan suami bisa fokus menjalani ibadah dengan tenang.

"Ya mudah-mudahan bisa menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. Sehat biar disehatin, panjang umur, selamat di sono, ya kan? Bisa ibadah dengan tenang gitu. Yang di rumah diikhlaskan saja," ucap salah satu perwakilan keluarga Leny.

Calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) tiga asal wilayah DKI Jakarta secara resmi mulai memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Rabu (22/4) siang.

Kedatangan kloter yang seluruhnya berasal dari wilayah DKI Jakarta ini menjadi penanda dimulainya fase karantina serta pemeriksaan akhir sebelum mereka diterbangkan ke Tanah Suci.

Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, mengonfirmasi bahwa tahapan penerimaan jemaah berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

"Ya, kloter 3 rencana kedatangan ini nanti jam 12 hari ini. Hari Rabu, untuk SP ya, penerbangan SP. Itu di 445 ya. Jadi sesuai jadwal, hari ini mulai masuk ke embarkasi, nanti untuk persiapan keberangkatan besok," ujar Ali di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

7.806 Calon Jemaah

Secara keseluruhan pada tahun ini, Asrama Haji Pondok Gede bakal memberangkatkan total 7.806 calon jemaah haji menuju Tanah Suci. Secara keseluruhan, embarkasi tersebut akan melayani pemberangkatan yang terbagi ke dalam belasan kelompok terbang (kloter) secara bertahap.

Ali Zakiyudin merinci progres keberangkatan tamu Allah yang saat ini bersiap memproses kloter ketiga.

"Untuk Pondok Gede sudah dua kloter ya, ini mau masuk ketiga kloter. Total jemaah yang akan diberangkatkan dari Pondok Gede itu di 7.806 jemaah dengan 19 kloter," ujar Ali di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

Sebelum diterbangkan ke Arab Saudi, ribuan jemaah tersebut harus mengikuti serangkaian alur penerimaan yang ketat setibanya di asrama.

Usai merampungkan seluruh urusan logistik dan administrasi, pihak embarkasi menegaskan bahwa pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama bagi para calon haji.

"Jadi setelah selesai cek kesehatan, dokumentasi, dan terima living cost, gelang, dan lain sebagainya sudah lengkap, mereka akan diistirahatkan. Intinya itu untuk istirahat di asrama untuk menunggu masa penerbangan," jelas Ali.

Meski jemaah difokuskan untuk beristirahat penuh, waktu tunggu di embarkasi tetap dimanfaatkan panitia untuk memberikan pembekalan akhir.

Beberapa di antaranya edukasi kerohanian serta panduan kebugaran medis yang akan diselipkan penyelenggara pada waktu-waktu luang jemaah, seperti di sela-sela pelaksanaan ibadah salat wajib.

"Nah, kegiatannya, ini karena mereka poin utamanya adalah istirahat, nah mereka ketika nanti pas salat wajib, entah itu baik Magrib, Isya, dan lain sebagainya, nanti ada pemantapan manasik terakhir ya dari penyelenggara kita di asrama," tutur Ali.

"Sekaligus nanti ada sosialisasi kesehatan dan trik-trik mereka ketika nanti di sana agar bisa tetap sehat, fit, dan bisa menjalankan ibadah secara maksimal," sambungnya.

(kna/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |