Jakarta, CNN Indonesia --
Peristiwa pergerakan tanah terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setidaknya 28 warga terdampak karena total ada tujuh unit bangunan rumah yang mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 9 keluarga atau 28 jiwa kini telah direlokasi ke rumah kontrakan yang lebih aman. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," demikian keterangan TRC BPBD Bogor, Rabu (22/4) seperti dikutip dari detik.com.
"Seluruh penghuni rumah terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan kami terus memantau kondisi di lapangan," imbuhnya.
Pergerakan tanah dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Retakan tanah sendiri mulai terlihat pada hari Kamis (16/4) pekan lalu.
"Akibat kejadian ini, sebanyak tujuh unit rumah warga terdampak, dengan rincian empat rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah rusak sedang," demikian keterangan BPBD Kabupaten Bogor.
"Kemudian kembali mengalami pergeseran signifikan pada Minggu (19/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB," sambungnya.
Berdasarkan hasil asesmen, pergerakan tanah itu tercatat mencapai panjang sekitar 100 meter, dengan pergerakan dari titik mahkota hingga bawah lereng sekitar 50 meter.
"Kerusakan meliputi ambruknya bagian dinding, lantai, hingga atap rumah," bebernya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(kid/kid/gil)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2

















































