Tak Terima Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

9 hours ago 9

Maluku, CNN Indonesia --

Seorang anak buah kapal (ABK) dilaporkan membakar kapal penangkap cumi akibat tidak terima ketika dimarahi nakhoda saat membawa kapal ugal-ugalan di Perairan Aru, Maluku.

Kepala Pos SAR Dobo, Gleen Tehupuring mengatakan berdasarkan manifes total ada 33 orang yang berada di atas kapal saat kejadian. 32 orang dilaporkan selamat, sementara satu korban masih hilang.

Ia mengatakan ABK yang dinyatakan hilang merupakan pelaku pembakaran kapal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Total manifes 33 orang, 32 selamat, satu hilang, yang hilang itu pelaku pembakaran kapal," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (7/8).

Gleen menjelaskan kapal dengan nama lambung KM Jemi Indah 08 berlayar bersama rombongan kapal penangkap cumi dari Pelabuhan Bali menuju Perairan Aru.

Dalam perjalanan, nakhoda bernama Hariadi Supriadi sempat meminta seorang ABK menggantikan posisinya untuk memegang kemudi karena ingin buang air kecil.

Saat di toilet, nakhoda merasakan kapal berjalan dalam kondisi tidak stabil alias berbelok-belok. Usai keluar dari toilet, nakhoda lantas memarahi ABK tersebut.

Tak terima dimarahi, ABK itu masuk ke kamar tidur nakhoda dan membakar kasur. Kobaran api pun membumbung tinggi dan membakar bagian belakang kapal.

Para ABK sempat berupaya memadamkan api dengan cara memecahkan kaca jendela ruang kendali untuk mengurangi kobaran. Namun upaya mereka tak membuahkan hasil karena kobaran api terus membesar.

ABK ramai-ramai melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian diselamatkan oleh KM Harapan Makmur 01.

Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga sebagai pelaku pembakaran kapal.

(sai/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |