Jakarta, CNN Indonesia --
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri diterjunkan guna mengusut pemicu kebakaran di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada Jumat (7/8).
Namun, seperti diberitakan detikcom pada Sabtu (8/8), tim ahli forensik masih harus menunggu penyisiran lokasi oleh petugas pemadam kebakaran selesai sebelum bisa menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pantauan di lokasi pada Sabtu (8/8) pagi menunjukkan area gedung tinggi tersebut sudah dipasangi garis polisi, sementara sejumlah personel kepolisian dan petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di sekitar bangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan bahwa tim Puslabfor sebenarnya telah tiba di lokasi sejak Jumat (7/8) malam.
Namun, pemeriksaan bagian dalam gedung belum bisa dilakukan demi keselamatan tim di lapangan.
"Dari kepolisian, sudah datang dari tim Labfor, namun belum bisa masuk karena masih dilakukan penyisiran dulu oleh tim penyisir dari Damkar," kata Roby di gedung Bapenda DKI Jakarta.
Roby menegaskan, penelusuran mendalam untuk mencari titik awal pemicu amukan si jago merah baru akan dijalankan segera setelah area gedung dinyatakan steril dan aman.
"Kalau sudah dinyatakan aman untuk polisi masuk dan melakukan TPTKP dan olah TKP oleh Labfor Polri, baru kami akan masuk untuk mencari sumber atau sebab dari kebakaran tersebut," lanjutnya.
Sembari menunggu olah TKP, kepolisian bergerak cepat dengan memeriksa 10 saksi. Salah satu saksi merupakan pekerja di gedung teknis tersebut yang sempat terjebak di lantai 15 saat api membakar bangunan.
Polisi memastikan kondisi korban dalam keadaan baik meski masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Penyebab pasti kebakaran sendiri masih menunggu hasil analisis teknis dari tim Puslabfor.
Namun, dugaan awal mengindikasikan api pertama kali muncul dari area lantai 11 yang kebetulan sedang dalam proses renovasi, sebagaimana disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung.
(chri)

3 hours ago
1















































