Jakarta, CNN Indonesia --
DPP PDIP membantah tudingan aliansi BEM Bersatu soal kedekatan partai tersebut dengan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang kini tengah menjadi sorotan atas sejumlah kritiknya.
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli menyebut tudingan kedekatan Tiyo dengan PDIP tak lebih dari cocoklogi yang dipaksakan. Gunrom, sapaan akrabnya, menegaskan pernyataan BEM Bersatu fitnah yang tak berdasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuduhan yang mengaitkan aksi-aksi mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan PDI Perjuangan adalah fitnah yang tidak berdasar, absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa," ujar Gunrom saat dihubungi, Rabu (17/6).
Gunrom menyoroti sejumlah poin dalam jumpa pers BEM Bersatu, termasuk tudingan partainya terafiliasi dengan sejumlah aksi menolak program MBG yang terkait dengan Tiyo.
Selain itu, dia juga menolak asumsi kedekatan tersebut hanya didasarkan pada mobil Fortuner milik Tiyo. Menurut Gunrom, menyimpulkan kepemilikan mobil Tiyo sebagai asumsi hubungannya dengan PDIP adalah sesat pikir.
Dalam pernyataannya, BEM Bersatu menyimpulkan afiliasi Tiyo dengan PDIP didasarkan pada mobil sebuah mobil Fortuner. Mobil yang kini menjadi kendaraan sehari-hari Tiyo itu disebut-sebut milik seseorang bernama Siti Isnaei.
Dia adalah adik dari Jenderal purnawirawan Setyo Sularso, yang merupakan besan dari Andika Perkasa. Nama terakhir memang kader PDIP dan pernah menjadi anggota tim pemenangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, serta menjadi calon PDIP di Pilgub Jawa Tengah.
Namun, kata Gunrom, dalam realitasnya, pilihan politik antara adik, kakak, maupun besan belum tentu sama dan tidak bisa digeneralisir secara serampangan.
"Menghubungkan kepemilikan sebuah kendaraan (mobil Fortuner) milik seorang warga sipil (Siti Nuraeni), lalu ditarik ke hubungan persaudaraan (Setyo Sularso), kemudian ditarik lagi ke hubungan besan (Andika Perkasa), untuk kemudian melompat pada kesimpulan bahwa PDI Perjuangan berada di balik aksi mahasiswa, adalah sesat pikir (fallacy) yang nyata," ujar dia.
Gunrom menegaskan PDIP tidak terlibat, mendanai, maupun memfasilitasi aksi-aksi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya terkait MBG. PDIP, tambah dia, juga tidak pernah menugaskan pengurus maupun kader untuk melibatkan diri dalam teknis gerakan mahasiswa tersebut.
"Tuduhan murahan dari BEM Bersatu yang dengan mudahnya menyebut aksi mahasiswa ditunggangi atau disusupi oleh partai politik adalah bentuk penghinaan terhadap nalar kritis dan independensi mahasiswa," katanya.
Apalagi, ujar Gunrom, belakangan sejumlah BEM yang dicatut BEM Bersatu telah membantah keterkaitan dengan organisasi tersebut.
"Bisa ditambahkan juga, banyak bantahan dari organisasi kampus asal terhadap individu yang tergabung di BEM Bersatu, jadi mereka bukan mahasiswa tapi mahasewa," katanya.
Mengutip Detik.com, Aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu sebelumnya menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat untuk merebut kekuasaan.
"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6).
(thr/fra)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
2

















































