Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak gempa bumi dan titik pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8). Kunjungan bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, tersebut juga didampingi oleh sejumlah pejabat terkait.
Dalam kesempatan itu, Listyo menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan Presiden.
Penanganan tersebut mencakup proses pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Listyo juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa yang melanda NTT. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal dunia, korban luka, serta masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.
Berdasarkan data sementara, bencana tersebut mengakibatkan 1.245 orang menjadi korban. Rinciannya, 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan.
Sementara itu, sekitar 27.700 masyarakat mengungsi di 107 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten. Kapolri mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian saat ini sudah dapat dijangkau.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mari kita bersama-sama mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata Listyo.
Ia memastikan, Polri bersama unsur terkait terus mendatangi titik-titik pengungsian untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Langkah ini sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
Untuk mempercepat penanganan, Polri membentuk delapan Posko Tanggap Bencana. Posko itu terdiri dari satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko di Polres wilayah terdampak.
Posko tersebut menjadi pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat. Fungsi lainnya adalah menginventarisasi kebutuhan yang terus berkembang di lapangan.
Polri turut mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT untuk memperkuat penanganan bencana. Personel tersebut memiliki kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pencarian menggunakan anjing pelacak atau K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan distribusi bantuan.
Di samping pengerahan personel, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran. Bantuan tersebut berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Listyo menegaskan distribusi bantuan akan terus didorong berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Evaluasi dilakukan secara berkala agar kebutuhan warga dapat dipenuhi secara bertahap.
"Kami akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap," tutur dia.
Kebutuhan yang menjadi perhatian mencakup tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, hingga fasilitas MCK. Seluruh kebutuhan tersebut akan dipenuhi secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Khusus dalam peninjauan hari ini, Polri menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan tersebut berupa 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, serta 36 boks obat-obatan yang diangkut menggunakan enam truk.
Listyo juga menjelaskan Polri menyiapkan sarana angkut udara berupa pesawat Beechjet, pesawat CN, pesawat Casa, serta helikopter. Sarana tersebut digunakan untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, sekaligus memantau wilayah yang belum terjangkau optimal melalui jalur darat.
Dalam penanganan medis, ia memastikan masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan lanjutan akan dibantu mendapatkan pelayanan kesehatan. Apabila diperlukan, masyarakat akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan proses evakuasi dan transportasi yang difasilitasi.
Masyarakat dengan kebutuhan khusus, seperti ibu hamil yang mendekati proses persalinan, juga menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan di lokasi terdampak. Perhatian ini diberikan agar tidak ada kelompok rentan yang luput dari penanganan.
"Terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, tentunya akan segera kita bantu dan apabila diperlukan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya," tegasnya.
Listyo mengakui masih terdapat kendala dalam penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah akibat keterbatasan akses dan jalur distribusi. Namun, Polri bersama unsur terkait terus menyiapkan alternatif agar bantuan segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
"Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai," imbuh dia.
Guna mendukung pelayanan dan penanganan masyarakat terdampak, Polri menyiagakan satu unit kapal, tiga unit pesawat, dan tiga unit helikopter. Armada tersebut terdiri dari KP Bima 7014 kelas A3, dua helikopter AW 169, satu helikopter Bell-429, serta masing-masing satu pesawat CN, Casa, dan Beechjet.
Listyo menegaskan Polri akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait. Sinergi ini bertujuan memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secepat mungkin.
"Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna mempercepat penanganan bencana," pungkasnya.
Dia berharap kondisi di wilayah terdampak segera membaik dan seluruh proses penanganan berjalan lancar. Ia juga berharap masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
(rir)

2 hours ago
6















































