Jakarta, CNN Indonesia --
Konvoi kendaraan milik PT Freeport Indonesia ditembaki saat melintas di Jalan Tambang Mile Point 60, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 08.25 WIT ketika tiga kendaraan itu hendak menuju Timika.
Ia menjelaskan total ada 15 kendaraan dalam rombongan itu terdiri dari 13 unit bus, 1 unit towing truck dan 1 unit mobil box. Sementara yang terkena tembakan total ada tiga kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat tiga kendaraan yang terkena tembakan, yaitu dua unit bus dan satu unit towing truck. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9).
Yusuf mengatakan saat melintas di kawasan Mile Point 60, tiga kendaraan yang terkena tembakan yakni Bus nomor lambung 140591, Bus nomor lambung 140575, dan Towing Truck nomor lambung 021074.
Kemudian bus yang berada di urutan keempat dalam konvoi terkena lima kali tembakan, terdiri atas tiga tembakan dari arah depan dan dua tembakan dari arah kiri.
Ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah bekas tembakan pada kaca depan, kaca dan pintu sebelah kiri, serta serpihan logam pada bagian dashboard, pelindung kaca depan dan atap kendaraan.
Sementara bus yang berada di urutan keenam ditemukan satu lubang bekas tembakan pada bagian atas kabin yang menembus hingga ke bagian dalam kendaraan.
Sedangkan untuk Towing Truck yang berada di urutan ketujuh terkena tiga kali tembakan dari arah kiri. Pemeriksaan menemukan bekas tembakan pada bagian pintu dan kaca spion kendaraan.
Yusuf menambahkan berdasarkan hasil olah TKP di lokasi, petugas menemukan tiga selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter. Ia menyebut pelbagai temuan itu telah diamankan untuk kepentingan proses penyelidikan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pihak yang diduga sebagai pelaku masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya belum menetapkan kelompok tertentu sebagai pelaku karena masih diperlukan pendalaman dan verifikasi terhadap seluruh keterangan maupun barang bukti yang telah diperoleh.
"Untuk pihak yang diduga sebagai pelaku, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas masih mendalami keterangan saksi, barang bukti, dan temuan di lapangan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut," tutupnya.
(gil)

7 hours ago
9














































