Kabut Asap Karhutla di Banjar Kalsel, Truk Pengangkut Motor Terbalik

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mengganggu aktivitas warga, terutama berdampak bagi pengendara kendaraan bermotor.

Truk pengangkut terbalik di Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) saat kabut asap, hingga berakibat puluhan motor baru yang diangkut rusak. Sementara di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), pengendara bermotor harus memelankan laju kendaraan mereka imbas jarak pandang berkurang akibat asap pekat karhutla.

Karhutla Kalsel

Truk motor carrier atau pengangkut yang membawa puluhan unit motor baru terbalik di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar. Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Agung Iswahyudi membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan bahwa motor carrier itu terbalik dan mengakibatkan sopir mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada korban jiwa. Hanya luka-luka sopir truk, sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Iptu Agung, Rabu (19/8) dikutip dari detikKalimantan.

Terkait penyebab terbaliknya truk, Agung belum bisa memastikan lebih jauh. Ia menyebut dugaan sementara bisa disebabkan karena kabut asap.

"Dugaan sementaranya bisa karena kabut asap, namun bisa juga karena faktor lainnya," terang Iptu Agung.

Mengenai kondisi motor yang dibawa, Agung mengatakan belum bisa dipastikan sepenuhnya. Sebab, saat ini masih proses pendalaman penyebab dan kondisi di lapangan.

"Untuk kondisinya masih pendalaman anggota di lapangan, saat ini kita fokus menyelamatkan sopir truknya," sebutnya.

Agung mengatakan petugas segera memastikan arus lalu lintas di Jalan Gubernur Syarkawi bisa berjalan lancar dengan mengevakuasi motor dan truk terlebih dahulu.

"Sekarang sudah tidak macet lagi, sudah normal. Untuk selanjutnya akan kita informasikan lagi," katanya.

Karhutla Kalteng

Sementara itu, kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah kawasan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu (19/8) pagi. Asap yang terlihat semakin pekat membuat jarak pandang pengguna jalan terganggu.

Kondisi tersebut memaksa pengendara lebih berhati-hati karena kendaraan di depan tidak selalu terlihat jelas dari jarak aman. Pantauan di lapangan, kepulan asap tampak menyelimuti sejumlah ruas jalan.

Kawasan yang cukup terasa dampaknya berada di sekitar Bundaran Pangkalan Lima.

Salah satu warga Pangkalan Bun mengaku harus mengurangi kecepatan ketika melintas di tengah kepungan asap. Menurutnya, kondisi tersebut cukup berisiko apabila pengendara lain tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Kita hati-hati, takutnya yang di depan kita buru-buru dan enggak melihat. Jarak pandangnya terganggu," kata Evan, Rabu pagi.

Menurut Evan, jarak pandang yang terbatas membuat pengendara harus ekstra waspada terhadap kendaraan yang tiba-tiba muncul dari balik kepulan asap.

Gangguan akibat asap karhutla tak hanya dirasakan pengguna jalan. Aktivitas wisata klotok di Pangkalan Bun juga ikut terdampak.

Rudianto, salah seorang penarik klotok wisata, mengaku kepulan asap sangat mengganggu aktivitasnya. Selain membuat pandangan terbatas, kondisi udara yang dipenuhi asap juga membuatnya mengalami sesak napas.

"Asapnya luar biasa. Bukan cuma mengganggu jarak pandang, tapi napasku juga sesak," kata Rudianto.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku wisata yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan.

"Tak hanya persoalan jarak pandang, paparan asap juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar rumah," katanya.

DetikKalimantan memberitakan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus meluas. Hingga 18 Agustus 2026, tercatat 189 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 859,490 hektare.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Kobar mengambil langkah untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana Karhutla. Status tanggap darurat yang sebelumnya berlaku akan diperpanjang mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026.

"Perpanjangan dilakukan karena ancaman Karhutla dinilai masih tinggi. Cuaca panas ekstrem yang belum mereda membuat lahan dan vegetasi di sejumlah wilayah mudah terbakar, sementara penanganan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala," ujar Bupati Kobar Nurhidayah saat meninjau Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Kantor BPBD Kobar, Selasa (18/8).

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/tim/kid)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |