Asap Karhutla Selimuti 14 Daerah di Sumut, Bobby Siapkan PJJ

8 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah setelah sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti 14 kabupaten/kota. 

Daerah terpapar kabut asap meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal. Kualitas udara di wilayah itu berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

"Kalau memang sudah tingkat membahayakan, kami akan coba membuat skema belajar jarak jauh kembali. Itu nanti kita akan imbau dari SD sampai dengan SMA," kata Bobby Nasution di Medan, Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bobby juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Menurutnya, aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak sebaiknya ditunda untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan.

"Kalau untuk aktivitas normal di luar rumah kita anjurkan ditahan, tapi aktivitas yang memang tidak bisa terhindarkan di luar rumah kita anjurkan pakai alat tambahan seperti masker," urainya.

Bobby menegaskan setiap laporan kebakaran di wilayah Sumatera Utara akan segera ditindaklanjuti agar api tidak meluas. Dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka atau membersihkan area perkebunan dan pertanian.

"Kalau kebakaran di wilayah Sumatera Utara kami selalu pastikan agar segera dipadamkan dan sosialisasi ke masyarakat apabila memang itu pembakaran untuk membuka lahan," ucapnya.

Menurut Bobby, sejumlah titik karhutla telah ditinjau dengan target pemadaman tidak berlarut-larut. Beberapa lokasi ditargetkan dapat dipadamkan maksimal dalam dua hari.

"Ada beberapa titik yang memang sudah kami tinjau dan kami kasih estimasi waktu pemadaman jangan lebih dari dua hari. Dan alhamdulillah dari beberapa titik kemarin tidak ada lebih dari dua hari, dan ini semua dari BPBD provinsi, kabupaten, dan juga tim pemadam, dan juga dari Kementerian Kehutanan juga bekerja bersama-sama," paparnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis mengatakan belum ada peningkatan kasus ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat asap karhutla di Sumut.

"Sampai saat ini ya belum ada peningkatan yang signifikan dari penyakit ISPA. Jadi, itu mungkin di awal yang bisa kami sampaikan, tapi data pastinya saya harus cek dulu atau tanya dulu ke bidang P2P ya," ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Meski belum terjadi peningkatan, masyarakat tetap diminta menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, khususnya setelah kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang berisiko," sebutnya.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat cukup, berolahraga secara teratur, serta menghindari rokok dan alkohol.

Dinkes Sumut mengingatkan masyarakat menggunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan. Masker menjadi perlindungan dasar yang dianjurkan ketika harus berada di luar ruangan.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai yang dibutuhkan, minimal masker. Masker, kemudian kalau diperlukan pembersih mata, kalau diperlukan sarung tangan ataupun sepatu ataupun APD lainnya," bebernya.

(fnr/wis)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |