Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah warga pulau Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, telah kembali ke rumahnya masing-masing setelah situasi sudah dianggap kondusif usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakibatkan terjadinya tsunami kecil.
Kendati demikian menurut Kepala BPBD Selayar, Ahmad Aliefyanto masih ada beberapa warga Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu yang bertahan di atas gunung.
"Iya, sebagian warga telah kembali ke rumahnya masing-masing," kata Alief kepada CNNIndonesia.com, Minggu (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8), tiba-tiba air laut surut kemudian beberapa saat air masuk ke pemukiman warga Desa Bonea dan merendam 16 rumah warga
"Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, air pasang sempat merendam 16 rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter," kata Kapolsek Pasimarannu Iptu Yudi Wibowo.
Yudi menuturkan bahwa genangan tersebut berangsur surut setelah air kembali turun. Hingga peninjauan dilakukan, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka.
"Air sempat menggenangi rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Saat dilakukan peninjauan, kondisi air sudah berangsur surut," ungkapnya.
Desa Bonea diketahui telah memiliki tanggul yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Namun, masih terdapat kawasan di Dusun yang belum terjangkau fasilitas pemecah ombak tersebut.
"Kita bersama pemerintah kecamatan memastikan kondisi warga tetap aman dan terus memantau situasi di wilayah pesisir untuk mengantisipasi dampak lanjutan," katanya.
(mir/mik)

3 hours ago
7















































