Labuan Bajo, CNN Indonesia --
Tim SAR Gabungan terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA.
Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, ibu kota Nagekeo.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebut pihaknya telah menurunkan seluruh kekuatan personel dan sarana yang dimiliki guna mempercepat penanganan di lokasi bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per Sabtu sore tadi, dia mengatakan tim gabungan di sejumlah titik sudah mengevakuasi setidaknya 90 korban. Hingga Pukul: 18:30 WITA pendataan sementara, tercatat 40 orang meninggal dunia, 50 lainnya mengalami luka-luka, dan satu orang masih dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan.
"Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," ujar Fathur dalam keterangan resminya, Sabtu, (15/8), Sore.
Dia mengatakan sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta berbagai elemen potensi SAR lainnya.
Mereka disebar ke sejumlah titik terdampak guna mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban ke tempat yang lebih aman.
Fathur menambahkan pendataan korban dan kerusakan masih terus berjalan dan dikoordinasikan bersama BPBD setempat.
Operasi SAR hingga kini masih berlangsung, dengan prioritas utama pencarian korban yang masih tertimbun serta evakuasi warga ke lokasi aman.
Sementara itu dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu sore tadi, BNPB mengumumkan per pukul 15.00 WIB, jumlah warga meninggal dunia akibat gempa 38 orang, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Selain itu, sebanyak 2.000 orang mengungsi secara mandiri.
Wilayah yang paling terdampak bencana secara signifikan yaitu Kabupaten Manggarai, disusul Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara itu, mengutip dari siaran pers Puspen TNI, institusi pertahanan itu terus memperkuat dan mengerahkan personel tambahan untuk membantu penanganan dampak gempa NTT.
"Hingga Sabtu malam ini (15/8/2026), sebanyak 1.892 personel TNI dari Kodam IX/Udayana dan Kodaeral VII Kupang telah dikerahkan," demikian dikutip dari keterangan pers tersebut.
"Dalam mendukung penanganan bencana, TNI mengerahkan 75 unit kendaraan, 7 tenda lapangan, dan 40 velbed. TNI AL juga menyiapkan 1 unit helikopter Bell 412 dari Lanudal Juanda untuk mendukung penanggulangan bencana di wilayah Flores, termasuk membantu mobilitas personel dan distribusi dukungan," sambungnya.
(lou/kid)

2 hours ago
4
















































