Prabowo Pamer Penghasilan Hakim: Di Atas Rata-rata Asean

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto memamerkan penghasilan hakim di era pemerintahannya telah naik sekitar 280 persen.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

"Mengenai masalah hakim, pemerintah telah berhasil menaikkan remunerasi hakim, untuk hakim-hakim paling junior, penghasilan mereka telah naik 280 persen," kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan penghasilan hakim kini tertinggi dalam beberapa dasawarsa terakhir. Ia menyebut kini penghasilan hakim, terutama yang junior berada di atas rata-rata ASEAN.

"Bahkan Ketua Mahkamah Agung telah melapor kepada saya bahwa penghasilan Ketua Mahkamah Agung sekarang lebih tinggi daripada penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura," ujarnya.

Prabowo mengatakan lembaga yudikatif harus diperkuat. Ia menyebut hakim adalah benteng terakhir keadilan.

"Benteng terakhir di mana rakyat menuntut berharap bisa mendapat keadilan, bahwa supremasi hukum dan keadilan tidak hanya untuk orang kuat. Tapi rakyat yang paling tidak berdaya harus bisa mendapat keadilan di mahkamah kita, pengadilan kita," katanya.

Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan pemerintahannya selama 21 bulan sejak mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.

"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," kata Prabowo.

Presiden mengatakan sebagian persoalan yang ditangani melalui kebijakan tersebut merupakan masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan belum terselesaikan.

Prabowo menyebut capaian tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang selama ini dianggap rumit dapat mulai diselesaikan melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas serta gotong royong seluruh unsur bangsa.

"Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingat kembali sumpah yang diucapkannya saat dilantik sebagai Presiden bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tempat yang sama pada 20 Oktober 2024.

Prabowo menegaskan sumpah tersebut menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan negara, termasuk mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat yang tidak memilihnya.

"Saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya," katanya.

Prabowo mengatakan selama memimpin pemerintahan, terdapat empat pedoman utama yang menjadi dasar kerja pemerintah.

Pertama, menjalankan perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kedua, menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional, termasuk memastikan kekayaan bangsa dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Ketiga, pemerintah berupaya mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya. Keempat, seluruh kebijakan diarahkan untuk kepentingan rakyat serta generasi anak dan cucu mereka.

"Belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," kata Prabowo.

Namun, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan memenuhi janji yang telah disampaikan kepada rakyat.

Presiden juga mengatakan penyampaian pidato pada Sidang Tahunan MPR RI menjadi momentum untuk melaporkan apa yang telah dikerjakan pemerintah, hasil yang mulai terlihat serta berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

(yoa/gil)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |