Polisi Sikka Berhasil Tembus Desa Terisolasi yang Terdampak Gempa NTT

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat kepolisian dari Polres Sikka berhasil menembus salah satu desa di pulau Palue, yang terisolasi akibat terjadinya gempa NTT pada Sabtu (15/8) lalu.

Desa yang selama hampir dua hari terisolasi akibat gempa tersebut adalah Desa Nitung, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Desa tersebut baru bisa ditembus aparat Polres Sikka, yang dipimpin Wakapolres Kompol. Marselus Yugo Amboro, pada Minggu (16/8) malam sekitar pukul 20.00 wita setelah menempuh perjalanan darat selama dua jam dari bibir pantai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesulitan kami adalah jalan yang masih rawan longsor, dan itu jalan menyerempet nyawa," kata Yugo Amboro kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/8) pagi.

Yugo mengatakan ada ratusan rumah warga di Desa Nitung yang rusak berat akibat gempa, dan warga pun mengungsi di tenda pengungsian seadanya dan belum mendapat bantuan.

"Mereka belum dapat bantuan, karena Desa Nitung sempat terisolasi hampir dua hari setelah gempa," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah rumah rusak lebih dari seratus rumah. Selain itu, sekitar 2000 orang lebih warga Desa Nitung harus mengungsi. Yugo menjelaskan untuk bisa sampai dan membuka isolasi jalan yang dipenuhi dengan batu besar dan beresiko karena reruntuhan tanah.

"Kemungkinan ini adalah desa dengan kondisi terparah di Kabupaten Sikka, akibat gempa," jelas Yugo.

Yugo yang hingga Senin (17/8) pagi masih berada di Desa Nitung mengatakan aliran listrik dan jalur komunikasi juga terputus total pasca gempa. Saat ini, kata Yugo, sedang diupayakan agar bantuan bisa segera di dorong ke warga di Desa Nitung.

Warga Desa Nitung juga di Pulau Palu'e juga ada yang meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan rumah dan dua orang mengalami luka berat. Pulau Palue sendiri memiliki jumlah penduduk sebanyak 10.728 jiwa.

(eli/har)

placeholder

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |