Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menyebut temuan ratusan senjata di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tak terkait dengan kegiatan ekstrakurikuler.
"Oh tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo di Polres Jaksel, Jumat (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Joko, pihaknya masih terus menyelidiki temuan senjata di yayasan sekolah tersebut. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
"Sudah ada saksi dan dijadwalkan hari ini juga ada pemeriksaan. Tentunya dari apa keterangan saksi akan berkembang ke arah mana yang harus kita dalami terkait senjata-senjata ini," tutur dia
Sebelumnya, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin yang mengaku pemilik senjata, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi, Kamis (6/8).
Alhadid juga menyebut ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi tersebut sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
Namun, kata Alhadid, karena pembina berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan.
"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," ujarnya.
(dis/fra)

3 hours ago
5













































