Makam Sutrimo Mulai Dibongkar, Ekshumasi Jasad Libatkan Ahli Forensik

7 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya turut melibatkan ahli forensik dalam proses ekshumasi terhadap jenazah pria yang disebut Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidus Kejagung Febrie Adriansyah, Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan proses ekshumasi mulai dilakukan pada sekitar pukul 09.30 WIB. Kata dia, ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menerangkan ekshumasi dilakukan melalui tiga tahapan. Yakni, pembongkaran makam, pemeriksaan luar untuk memastikan identitas jenazah sesuai permintaan penyidik, serta pemeriksaan bagian dalam.

Pemeriksaan melibatkan tim gabungan Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tim juga melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi.

Sementara itu, Ketua PDFMI Brigjen Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menyebut keterlibatan sejumlah ahli diperlukan agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya memiliki dasar ilmiah yang kuat.

"Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi. Kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium," tutur dia.

Disampaikan Hastry, tim forensik turut memeriksa kondisi makam, jenis dan kontur tanah, ukuran makam, serta mengambil sampel tanah di sekitar lokasi. Sampel dari jenazah juga akan diperiksa di laboratorium untuk membantu menentukan sebab dan cara kematian.

"Kami belum dapat langsung menyimpulkan hasil pemeriksaan karena sampel yang diambil masih harus dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu menjelaskan apakah kematian tersebut bersifat alamiah atau tidak alamiah," ucap dia.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni mengatakan pihak keluarga Sutrimo tidak akan menyaksikan secara langsung proses pembongkaran makam Sutrimo secara langsung.

"Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepleset aja kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah," kata saat ditemui wartawan di kompleks makam, dilansir detikJateng, Selasa (11/8) sore.

Aan menyebut alasan keluarga tidak menyaksikan langsung ekshumasi jenazah Sutrimo karena merasa tidak kuat. Gantinya, ia akan menyaksikan langsung proses ekshumasi sebagai perwakilan dari keluarga Sutrimo.

"Memang pihak keluarga memutuskan untuk kehadirannya hanya diwakili oleh saya. Alasan keluarga tidak ikut menyaksikan, nggak bakal kuat," imbuhnya.

Diketahui, Sutrimo ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), beberapa waktu lalu.

Kematiannya menjadi tanda tanya dan disorot media. Sebab, Sutrimo sejak awal disebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Belakangan, pihak keluarga mengakui bahwa Sutrimo memang bekerja untuk Febrie. Namun, keluarga mengaku tak tahu pekerjaan Sutrimo selama bekerja untuk Febrie.

(dis/gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |