Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran makam untuk proses penyelidikan (ekshumasi) jenazah sosok yang disebut Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidus Kejagung Febrie Adriansyah, Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada hari ini, Rabu (12/8).
Pihak keluarga Sutrimo disebut tidak akan menyaksikan secara langsung proses pembongkaran makam Sutrimo.
"Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepleset aja kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah," kata kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, saat ditemui wartawan di kompleks makam, Selasa (11/8) sore, dikutip dari detikJateng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aan menyebut alasan keluarga tidak menyaksikan langsung ekshumasi jenazah Sutrimo karena merasa tidak kuat. Gantinya, ia akan menyaksikan langsung proses ekshumasi sebagai perwakilan dari keluarga Sutrimo.
Sementara itu, Kakak tiri Sutrimo, Tukim mengatakan pihak keluarga masih diliputi kesedihan. Dia mengaku ibu almarhum masih mengalami syok, meski kondisinya kini mulai membaik.
Namun, tegasnya, kesedihan sebagai orang tua masih dirasakan.
"Saat ini ya masih syok sih, tapi sudah mendingan, agak mendingan," kata Tukim saat ditemui wartawan di area makam setempat, Selasa (11/8).
Tukim mengatakan ibu almarhum juga mengetahui rencana ekshumasi terhadap makam Sutrimo. Keluarga juga telah menyampaikan dan memahami bahwa proses tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara.
"Responsnya ya namanya orang tua pasti ya sedih lah. Kayak ini ya, teringat ya," tuturnya.
Meski berat, keluarga menyatakan ikhlas dengan pelaksanaan ekshumasi. Mereka juga siap menerima apa pun hasil pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo nantinya.
"Ya, ikhlas. Apa pun hasilnya nanti," tegas Tukim.
Setelah proses ekshumasi dan jenazah Sutrimo kembali dimakamkan, keluarga berencana menggelar doa bersama di rumah duka.
Tukim mengatakan doa bersama tersebut baru akan dilakukan setelah jenazah selesai dikebumikan kembali. Untuk malam ini, keluarga tidak menggelar doa bersama.
"Ya, habis kalau sudah dikebumikan kembali, di rumah duka ada doa bersama. Kalau malam ini enggak," katanya.
Keluarga kini memilih fokus mengikuti seluruh proses hukum yang akan berlangsung. Ekshumasi diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap fakta terkait kematian Sutrimo.
Polda Metro Jaya bakal mengekshumasi jenazah Sutrimo hari ini. Sutrimo--yang disebut-sebut eks Karumga Febrie-- ditemukan tewas dengan mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).
Mulanya pihak keluarga dilaporkan almarhum meninggal karena faktor kesehatan yakni gula. Namun, kecurigaan pihak keluarga kemudian muncul sehingga melaporkan dugaan kematian tak wajar itu ke Polresta Banyumas. Dari Banyumas, laporan itu kemudian dioper ke Polda Metro Jaya.
"Barusan ditanyakan ya terkait ekshumasi. Kami sudah menerima pelimpahan laporan polisi dari Bareskrim Polri, kemudian laporan polisi dari Polresta Banyumas," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (10/8).
"Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan," bebernya.
Pihaknya pun berharap proses ekshumasi itu dapat memberi kepastian kepada semua pihak, terutama keluarga almarhum, mengenai misteri tabir kematian Sutrimo.
"Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan," tambah Iman.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)

10 hours ago
4

















































