Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), NTT diduga melakukan intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha.
Icha diduga depresi berat akibat intimidasi tersebut hingga memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Icha sempat ketahuan menangis di rumah sakit dan tak lama kemudian ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya dan akhirnya meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat membentak (Icha) itu bau alkohol. Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga," kata Juru bicara keluarga, Fabianus Banase.
Polisi belakangan telah menjadwalkan pemeriksaan tiga anggota DPR yang dimaksud. Mereka yakni Therensius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP).
Intimidasi itu diduga dilakukan saat dr Icha menangani seorang anak korban gigitan ular hijau di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, TTU pas 13 Juni lalu.
Therensius yang disebut sebagai paman korban, datang ke rumah sakit, bersama Nubertus Tubani dan Veronika Lake. Mereka kemudian berbicara keras dengan nada intimidatif kepada dr. Icha.
"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap paman korban, Victor Manbait, Jumat (26/6).
Belakangan, Veronika angkat suara merespons keterlibatan dirinya. Dia bilang tak ikut masuk ke ruang ICU untuk melakukan intimidasi ke korban.
Dia juga mengklaim kedua rekannya sesama anggota DPRD TTU saat itu sudah meminta maaf kepada manajemen RS Leona dan Dokter Icha. Veronika juga tidak kembali ke RSU Leona keesokan harinya.
*Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Dokter Icha," katanya.
Respons pengurus Parpol
Pengurus pusat PDIP, Golkar, hingga PKB angkat suara soal kader mereka di DPRD diduga terlibat dalam kasus itu.
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengatakan partainya akan menjatuhkan sanksi Veronika Lake. Menurut Djarot, sanksi bisa berupa teguran hingga pemecatan sesuai tingkat kesalahan.
"Sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya, bisa sanksi secara lisan, tertulis sampai pemecatan," kata Djarot saat dihubungi, Senin (29/6).
Sedangkan, Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Dia bilang, tindakan intimidasi kepada tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Terlebih, salah satu pihak yang diduga terlibat, Norbertus Tubani, merupakan kader PKB.
"Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayyun. Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat," katanya.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengaku pihaknya akan mendalami kasus tersebut. Sarmuji pihak dirinya telah meminta DPD Golkar memanggil anggota DPRD-nya, Theresius Lazakar yang disebut terlibat dalam intimidasi.
Namun, Sarmuji mengaku enggan berspekulasi soal sanksi kepada yang bersangkutan sebelum ada kesimpulan dari pendalaman.
"Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan," katanya.
(thr/gil)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1

















































