Makassar, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.349 kali gempa susulan terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Selasa (23/6) pukul 24.00 waktu setempat, telah terjadi 1.349 kali gempa susulan sejak gempa utama Selasa (16/6).
"Dari jumlah tersebut, 49 gempa dirasakan masyarakat, dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 5,3 yang tercatat satu kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG mencatat aktivitas gempa susulan menunjukkan tren penurunan yang signifikan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Sementara itu, kata Abdul, data dampak gempa di Kabupaten Sigi per hari ini tercatat sebanyak 3.600 kepala keluarga (KK) atau 9.609 jiwa terdampak.
"Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan dan saat ini dilaporkan telah pulih serta kembali beraktivitas di rumah masing-masing," ujarnya.
Sedangkan data kerusakan meliputi 1.979 rumah rusak ringan, 277 rusak sedang dan 277 rumah rusak berat. Kemudian ada 110 rumah ibadah yang terdampak terdiri dari 29 masjid dan 81 gereja. Selanjutnya, ada 19 gedung perkantoran termasuk kantor Bupati Sigi dan Bapperinda, 35 gedung sekolah, 10 puskesmas, 2 rumah adat, dua jaringan air bersih serta 6 fasilitas umum lainnya.
"Data tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil verifikasi teknis struktur bangunan," katanya.
Pemerintah Kabupaten Sigi masih menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 16 hingga 30 Juni 2026.
"BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam pelaksanaan masa tanggap darurat, sekaligus mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi guna mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak," katanya.
Perawatan pasien di tenda darurat
Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih melakukan perawatan pasien di tenda darurat pascagempa bumi di daerah tersebut.
"Pelayanan di tenda darurat masih terus berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan atau menunggu hasil koordinasi antara Pemkab Sigi, BMKG dan BNPB," kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Torabelo Sigi, dr. Marannu C. Sambo di Sidera, Rabu (24/6) dikutip dari Antara.
Ia mengemukakan langkah itu diambil untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien serta petugas medis di tengah masih terjadinya aktivitas gempa susulan yang dinilai cukup masif terjadi di Kabupaten Sigi.
"Berdasarkan hasil koordinasi pihak manajemen rumah sakit dengan tim pemeliharaan sarana dan prasarana bahwa terdapat kerusakan pada dua gedung perawatan pasien," ucapnya.
Menurut dia, hingga saat ini pasien yang masih dilakukan perawatan di tenda darurat merupakan pasien dengan penyakit umum seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) dengan jumlah tidak lebih dari 20 orang pasien.
"Pihak RSUD Torabelo Sigi masih menunggu pemeriksaan gedung lanjutan untuk menentukan kelayakan gedung," sebutnya.
Ia menuturkan untuk pasien yang menjadi korban terdampak langsung gempa bumi dengan kondisi patah tulang sudah dilakukan rujuk ke RSUD Undata guna mendapat pemantauan dokter ortopedi.
"Kalau pasien dengan luka ringan atau mengalami trauma gempa bumi tersisa satu orang yang masih dalam proses pemulihan," kata dia.
dr. Marannu menyebutkan pelayanan kesehatan di RSUD Torabelo Sigi tetap berjalan secara normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit.
"Kondisi pasien lainnya dilaporkan dalam keadaan aman, saat ini dirawat di tenda itu ada 10 orang pasien yang dirawat di ruang perawatan bedah pasien korban gempa dan pasien biasa yang memang kontrol perawatan bedah," ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Selasa (23/6), pukul 18.00 Wita, gempa telah menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 3.032 rumah warga, terdiri atas 1.959 rumah rusak ringan, 796 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat.
Untuk rincian korban luka berat 14 orang dan luka ringan 78 orang dengan tiga warga meninggal dunia.
(mir/antara/kid)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5

















































