WNA Ngamuk karena Speaker Tadarus di Gili Trawangan Ternyata Overstay

18 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

WNA (warga negara asing) perempuan yang sempat viral karena mengamuk di sebuah mushala di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTT), terungkap tinggal di Indonesia melebihi batas izin visa alias overstay.

Temuan ini terungkap setelah pihak Imigrasi dibantu Satreskrim Polres Lombok Utara melakukan pengecekan status kewarganegaraan pasca-kejadian onar yang dilakukannya pada Rabu (18/2) malam.

"Yang bersangkutan sudah dibawa ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait izin tinggalnya yang overstay," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP I Komang Wilandra, Minggu (22/2), seperti dilansir Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ML sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah rekaman videonya tersebar luas. Ia nekat mendatangi mushala setempat karena merasa terganggu dengan pengeras suara yang digunakan warga untuk aktivitas tadarusan selama bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi ML tidak hanya sebatas protes lisan. ML diduga merusak mikrofon yang tengah digunakan warga untuk mengaji.

Ia merampas ponsel salah satu warga yang berusaha merekam aksinya. Saat pengurus dusun mendatangi kediamannya untuk meminta ponsel warga dikembalikan, ML justru menolak dan mengancam warga menggunakan sebilah parang.

Petugas telah memberikan pengertian kepada ML bahwa tadarusan adalah bagian dari ibadah rutin umat Muslim, terutama di bulan Ramadan. Namun, sikap konfrontatifnya justru membongkar status ilegalnya di tanah air.

Terungkapnya status overstay ML seolah melengkapi catatan negatif keluarganya di mata warga lokal. ML diketahui tinggal di sebuah vila milik orang tuanya di Gili Trawangan.

Ironisnya, orang tua ML dikabarkan sudah lebih dahulu diusir oleh warga setempat akibat perilaku yang juga kerap memicu konflik.

Saat akan dijemput oleh tim gabungan Imigrasi dan Polri, ML sempat bersikap tertutup dan enggan menemui rombongan.

Namun, setelah melalui negosiasi yang alot dengan pembatasan jumlah personel yang masuk, bule tersebut akhirnya bersedia dibawa ke kantor imigrasi.

Demi mencegah terjadinya gesekan susulan antara warga lokal dan pihak keluarga WNA tersebut, pihak kepolisian kini menyiagakan personel di sekitar mushala dan vila tempat tinggal ML.

"Kami memberikan pengamanan di sekitar lokasi pasca-kejadian untuk memastikan situasi tetap kondusif," tambah AKP Komang Wilandra.

Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh pihak Imigrasi untuk menentukan langkah deportasi atau sanksi hukum lainnya sesuai dengan pelanggaran izin tinggal yang ditemukan.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |