Sumut Susul Sumbar Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Jelang Lebaran

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Seluruh penyintas bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) kini telah meninggalkan tenda pengungsian. Para korban telah direlokasi ke hunian yang lebih layak, baik hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh pemerintah bersama sejumlah lembaga nonpemerintah.

Capaian ini merupakan hasil kerja Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera yang berhasil memindahkan seluruh pengungsi dari tenda di wilayah Sumut.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret, jumlah pengungsi yang masih berada di tenda juga mengalami penurunan signifikan secara keseluruhan.
Jika sebelumnya tercatat sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK) masih tinggal di tenda pengungsian, kini jumlah tersebut berkurang menjadi 812 KK atau turun sebanyak 502 KK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan capaian tersebut, seluruh pengungsi yang masih berada di tenda saat ini hanya tersisa di wilayah terdampak bencana di Aceh. Sementara itu, pengungsi di Sumatera Utara telah sepenuhnya direlokasi ke hunian yang lebih layak.

Keberhasilan ini menyusul capaian serupa di Sumatera Barat (Sumbar) yang lebih dulu berhasil merelokasi seluruh pengungsi dari tenda ke hunian yang lebih permanen.

Relokasi pengungsi di dua provinsi tersebut tidak terlepas dari percepatan pembangunan hunian sementara di wilayah terdampak bencana. Hingga kini, jumlah huntara yang berhasil dibangun terus bertambah.

Adapun rinciannya, dari total rencana 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini 15.595 unit diantaranya telah selesai dibangun, atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan.

Sementara di Sumbar, pembangunan huntara bahkan telah mencapai 100 persen, dan di Sumut sudah mencapai 95 persen, kemudian di Aceh mencapai sekitar 77 persen.

Sembari meningkatkan pembangunan huntara, Satgas PRR juga bertahap merampungkan pembagunan huntap. Data Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera per 14 Maret, merinci ada 110 unit huntap yang selesai dibangun dari 36.669 huntap yang akan dibangun. Sementara ada 1.359 unit lainnya yang sedang dalam proses pembangunan.

Selain pembangunan huntara, strategi pemerintah dalam penurunan jumlah pengungsi juga dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana tidak memilih tinggal di huntara.

Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pihaknya berkomitmen mengurangi jumlah pengungsi bencana Sumatera dengan merelokasi mereka ke hunian yang lebih layak.

Tito memastikan, pemerintah tidak akan membiarkan pengungsi tinggal di tenda terlampau lama. Oleh karenanya, ia memperintahkan lintas sektor untuk mempercepat penyelesaian persoalan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

"Jadi, kalau masih ada di tenda-tenda, ini sudah masuk di bulan ketiga, bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda," ujar Tito.

Hal itu diungkapkan Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait Pembahasan Percepatan Penanganan Pengungsi Pascabencana Sumatera yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (5/3).

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |