Satgas PRR Percepat Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah di Sumatra

6 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mengakselerasi proses pembersihan lumpur serta perbaikan lahan sawah. Langkah ini difokuskan pada wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat.

Upaya pembersihan material lumpur bertujuan utama untuk memulihkan mobilitas warga dan memastikan seluruh fasilitas publik kembali beroperasi secara normal. Sementara itu, rehabilitasi lahan pertanian menjadi prioritas guna menjaga stabilitas stok pangan serta mempercepat pemulihan ekonomi para petani setempat.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) PRR, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa penanganan lumpur merupakan kunci utama percepatan pemulihan di dataran rendah. Fokus utama pemerintah adalah memastikan akses dan produktivitas lahan kembali seperti semula dalam waktu cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3).

Berdasarkan laporan perkembangan per Sabtu (28/3), Satgas PRR mencatat adanya progres yang signifikan pada pengerjaan fisik di ketiga provinsi tersebut. Provinsi Aceh mencatatkan jumlah titik penanganan terbanyak dengan total target mencapai 476 lokasi pembersihan.

Sejauh ini, sebanyak 396 lokasi di Aceh telah berhasil dibersihkan sepenuhnya dari sisa material bencana. Satgas melaporkan bahwa 80 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan intensif agar dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat.

Kondisi serupa terlihat di Provinsi Sumatra Utara yang memiliki target pembersihan pada 24 lokasi terdampak. Sebanyak 20 titik di wilayah tersebut telah tuntas ditangani, sementara empat lokasi sisanya masih terus diproses oleh tim di lapangan.

Pencapaian berbeda dilaporkan dari Provinsi Sumatra Barat di mana proses pembersihan lumpur telah rampung secara menyeluruh. Seluruh sasaran yang berjumlah 29 lokasi di wilayah Sumbar kini sudah dinyatakan bersih 100 persen.

BNR KemendagriProses pembersihan lumpur pascabencana Sumatra. (Foto: Arsip Kemendagri)

Paralel dengan pembersihan pemukiman, Satgas PRR juga terus mengejar target rehabilitasi lahan sawah seluas 42.702 hektare. Hingga saat ini, sekitar 991 hektare sawah telah berhasil direhabilitasi dan siap untuk digunakan kembali untuk aktivitas pertanian.

Data terbaru menunjukkan bahwa masih terdapat 5.333 hektare lahan sawah yang berada dalam proses penanganan teknis. Secara rinci, di Provinsi Aceh terdapat 42 hektare sawah yang sudah pulih dari total target seluas 31.464 hektare.

Di wilayah Sumatra Utara, tim Satgas telah menyelesaikan rehabilitasi pada 170 hektare lahan dari total sasaran 7.336 hektare. Sementara itu, Sumatra Barat menunjukkan progres pemulihan sawah sebesar 779 hektare dari total target 3.902 hektare.

Tito menambahkan, Pemerintah telah memetakan ratusan titik koordinat terdampak untuk memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan efisien.

"Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatra total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi," pungkas dia.

Di samping fokus pada lahan dan pemukiman, Titio menegaskan Satgas PRR juga tengah mengupayakan normalisasi aliran sungai di tiga provinsi tersebut. Hal ini dilakukan karena banyak badan sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur yang dibawa oleh banjir.

Normalisasi sungai dianggap sangat krusial untuk meminimalisir risiko terjadinya bencana banjir susulan di masa mendatang. Selain itu, aliran sungai yang bersih sangat dibutuhkan untuk menyuplai irigasi menuju lahan sawah dan tambak milik warga.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |