Jakarta, CNN Indonesia --
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra terus mempercepat pembangunan jembatan dalam upaya memulihkan konektivitas yang sempat terputus akibat bencana beberapa waktu lalu di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Pemulihan dilakukan secara paralel dengan membangun tiga model yang mencakup jembatan bailey, armco dan perintis di sejumlah titik terisolasi. Pembangunan ini dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI AD dan Polri yang tergabung dalam Satgas PRR.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa upaya pemulihan di tiga daerah bencana Sumatra tidak berhenti pada pembangunan jembatan dan jalan secara fungsional di level daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan mempercepat pembangunan jembatan dan jalan secara permanen, agar jaringan transportasi, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pergerakan ekonomi dapat sepenuhnya kembali normal.
"Jembatan daerah, ini terutama di tingkat kabupaten/kota, ada yang sudah bisa 100 persen tapi temporer dan harus dipermanenkan, ada yang belum fungsional, harus di fungsionalkan, tapi tidak menghambat sistem logistik, itu yang paling penting sekali," kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3).
Berdasarkan data Satgas PRR per 31 Maret, sebagian besar jembatan di titik terisolasi di tiga daerah terdampak telah rampung. Secara rinci, dari 41 unit jembatan bailey di Aceh, 39 di antaranya telah selesai, dan dua lainnya dalam proses pemasangan.
Kemudian dari rencana pembangunan 82 unit jembatan armco, 44 jembatan sudah selesai. Dari rencana 15 unit jembatan perintis, 14 jembatan juga sudah diselesaikan.
Di Sumut, dari rencana pembangunan 24 unit jembatan bailey, 12 jembatan sudah selesai dan sisanya masih dalam proses pemasangan. Dari rencana 33 unit jembatan armco, 18 jembatan sudah selesai dibangun, dan dari rencana 13 unit jembatan perintis, 12 unit telah rampung.
Di Sumbar, sebanyak 11 unit jembatan bailey seluruhnya sudah rampung. Sementara dari 30 unit jembatan armco, 13 unit telah tuntas, serta pembangunan 5 unit dari 9 unit jembatan perintis pun sudah diselesaikan.
Jembatan bailey adalah jenis jembatan rangka baja ringan yang bersifat portabel dan prefabrikasi. Jembatan ini dirancang untuk dirakit tanpa alat berat khusus dalam waktu singkat.
Adapun jembatan armco terbuat dari lembaran baja yang telah digalvanis dan dibentuk bergelombang untuk meningkatkan kekuatan struktur. Sedangkan jembatan perintis dibangun secara sederhana dengan material bervariasi dan kadang berbentuk jembatan gantung.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2

















































