Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah anggota DPR mengutuk dugaan teror air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang terjadi di wilayah Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam tadi.
Mereka pun meminta kepolisian mengusut tuntas teror penyiraman air keras tersebut.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira menilai tindakan itu merupakan upaya pembungkaman suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aparat Kepolisian harus segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif dibalik serangan brutal yang sangat tidak manusiawi," kata Andreas saat dihubungi, Jumat (13/3).
Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni menilai insiden tersebut tak baik bagi iklim demokrasi, apalagi jika motif penyiraman dilakukan terkait aktivisme korban.
"Maka saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang," kata Sahroni.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Rudianto Lallo menyampaikan rasa prihatin. Lallo mendesak agar kasus tersebut diungkap secara transparan dan pelaku segera ditangkap.
Menurut Lallo, tindakan kekerasan dan upaya mencederai fisik melalui penyiraman air keras adalah prilaku kriminal yang harus dimintai pertanggungjawaban.
"Peristiwa ini harus dibongkar/diungkap siapa pelaku dan apa yang menjadi motif dari peristiwa penyerangan air keras tersebut," ujarnya.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Abdullah turut mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Menurut dia, tindakan semacam itu adalah kejahatan serius yang tidak boleh dibiarkan dalam negara hukum.
Menurut pria yang karib disapa Abduh, serangan terhadap Andrie Yunus tidak hanya mengancam keselamatan pribadi korban, tetapi juga dapat dimaknai sebagai teror terhadap ruang demokrasi dan kebebasan sipil.
"Saya mendesak Kepolisian Republik Indonesia segera mengusut tuntas kasus ini secara cepat, profesional, dan transparan serta menangkap pelaku beserta motif di balik serangan tersebut," katanya.
Kronologi kejadian
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengungkap kronologi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi usai yang bersangkutan mengahadiri podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Salemba I, pada Kamis malam kemarin.
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat.
Dimas mengatakan akibat insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.
Dari rekaman CCTV yang diperoleh kode waktu (timecode) yang tertulis saat peristiwa it terjadi adalah sekitar pukul 23.30 WIB.
Mulanya terlihat dua pria yang berboncengan satu motor memutar balik dan berjalan perlahan. Lalu pria yang dibonceng--tak memakai helm--diduga menyiram air keras ke arah korban yang melintas menggunakan sepeda motornya.
Korban langsung berhenti menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak kesakitan. Warga sekitar pun mendekati untuk mengetahui apa yang terjadi pada korban.
"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," tuturnya.
Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.
(thr/kid)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3
















































