Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah pusat akan mengambil alih proses pengangkatan guru.
Prabowo mengatakan kebijakan ini untuk melahirkan sistem rekrutmen yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat," ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9).
Ia menegaskan sistem pendidikan nasional harus diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas guru.
Prabowo juga menyinggung penyerahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah yang justru menghadirkan tantangan tersendiri.
Ia menyebut bahwa pemerintah perlu berani melihat kenyataan di lapangan.
Menurutnya, proses pengangkatan guru harus sesuai kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas, bukan atas dasar kedekatan pribadi atau kepentingan politik.
"Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita," kata dia.
Prabowo mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan langkah untuk pemberian kursus hingga program peningkatan kemampuan bagi tenaga pendidik.
Ia menyebut langkah itu diperlukan agar guru dapat mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan teknologi pendidikan.
Selain memperbaiki rekrutmen dan pendidikan guru, Prabowo juga mengungkapkan tengah mendesain rencana program percepatan dengan merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu sekolah-sekolah yang paling tertinggal.
"Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, lternatif lainnya adalah melibatkan aparatur sipil negara yang telah bekerja untuk mengikuti penugasan singkat membantu sekolah tertentu. Penugasan dapat dilakukan selama dua atau tiga minggu dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.
"Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu," ujarnya.
(mnf/fra)

6 hours ago
7
















































