Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menerima surat kepercayaan (letter of credentials) dari sejumlah duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat, Selasa (9/6).
Total, dalam dua hari terakhir, ada 17 duta besar negara sahabat yang surat kepercayaannya diterima Prabowo.
Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya masa tugas resmi para diplomat sebagai perwakilan negara masing-masing di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo hari ini menerima sembilan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Jakarta. Kemarin, Senin (8/6), Sang Kepala Negara juga menerima delapan duta besar dari berbagai negara.
Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno mengatakan prosesi penyerahan surat kepercayaan merupakan tradisi diplomatik yang lazim dilakukan di berbagai negara.
Dalam prosesi tersebut, para duta besar menyerahkan surat mandat yang ditandatangani kepala negara atau kepala pemerintahan masing-masing.
"Jadi yang kita lakukan adalah sekarang tradisi menerima surat kepercayaan dari para duta besar yang mereka suratnya biasanya ditandatangani oleh bisa presiden, bisa raja, jadi tergantung dari negaranya masing-masing," kata Havas dalam keterangan pers usai prosesi tersebut
Adapun sembilan duta besar yang diterima surat kepercayaannya oleh Prabowo pada Selasa ini adala Manuel Estuardo Roldan Barillas (Guatemala), Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari (Qatar), Abdirashid Salat Abdile (Kenya), Ratu Isoa Delamisi Tikoca (Fiji), dan Redouane Houssaini (Maroko).
Kemudian Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria (Portugal), Bernardo Brea Rodriguez (Panama), Hong Kwang Il (Korea Utara), serta Antonio Rodrigues Jose (Mozambik).
Havas mengatakan salah satu diplomat yang diterima Presiden memiliki kedekatan dengan Indonesia karena pernah bertugas di Jakarta.
"Yang Ambassador Mozambique ini menarik karena dia dulu pernah penempatan di Jakarta," ujarnya dalam keterangan itu.
Ia menjelaskan setelah penyerahan surat kepercayaan biasanya dilakukan pertemuan informal antara kepala negara penerima dan para duta besar.
Dalam kesempatan itu, para diplomat umumnya menyampaikan salam dari kepala negara masing-masing serta harapan untuk memperkuat hubungan bilateral.
"Biasanya para dubes itu menyampaikan salam dari kepala negara mereka, jadi satu per satu mereka menyampaikan salam dan juga mereka masing-masing ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia," kata Havas.
Dalam pertemuan tersebut, katanya, Prabowo juga kembali menyampaikan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Presiden menekankan pentingnya kerja sama antarnegara di tengah berbagai tantangan global.
"Beliau juga menyampaikan prinsip-prinsip dasar politik luar negeri kita, bebas aktif dan juga menyampaikan perlunya di masa sekarang ini negara-negara bekerja sama dan membuat berbagai macam kerja sama di berbagai bidang untuk menciptakan keadilan," ujar Havas.
Sebelumnya, pada Senin (8/6), Prabowo menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat.
Delapan yang diterima pada awal pekan ini adalah Duta Besar Sri Lanka, Sumadhurika Sashikala Premawardhane; Duta Besar Filipina, Christopher Baltazar Montero; dan Duta Besar Korea Selatan, Yoon Soongu.
Kemudian Duta Besar Republik Ceko, Petr Kopriva; Duta Besar Palestina, Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari; Duta Besar Yunani, Dimitrios Michalopoulos; Duta Besar Lebanon, Salam Al Achkar; dan Duta Besar Saint Lucia, Menissa Rambally.
Penerimaan surat kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara mitra.
Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta memperluas kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan kepentingan bersama.
(del/kid)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
3














































