Polisi Temukan Pecahan Diduga Molotov di TKP Kebakaran Kampus USK Aceh

11 hours ago 6

Banda Aceh, CNN Indonesia --

Polisi menemukan pecahan kaca yang diduga berasal dari molotov saat menyelidiki kasus terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) usai bentrok antarmahasiwa, Banda Aceh, Kamis (21/5) dini hari.

Barang bukti tersebut diamankan bersama batu, kayu, serta kendaraan yang terbakar di lokasi kejadian.

"Barang bukti dari lokasi terbakarnya Fakultas Pertanian diantaranya batu, kayu, sepeda motor dan mobil yang terbakar serta pecahan kaca yang diduga dari bom Molotov," kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono kepada wartawan, Sabtu (23/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 15 saksi terkait insiden tersebut. Para saksi terdiri dari 13 mahasiswa, satu dosen, dan satu pelapor dari pihak fakultas.

"Sebanyak 15 saksi telah kami mintai keterangan terkait kejadian terbakarnya gedung serta fasilitas lainnya di Fakultas Pertanian USK," kata Dizha.

Menurut Dizha, polisi bersama tim identifikasi juga akan melakukan uji Laboratorium Forensik terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Dia juga menegaskan, Penyidikan masih terus berlangsung dan jumlah saksi yang diperiksa kemungkinan akan bertambah.

Sebelumnya, keributan antarmahasiswa diduga terjadi sebelum kebakaran melanda Gedung Fakultas Pertanian USK tengah pekan ini.

Polisi menyebut bentrokan diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik hingga berujung aksi pelemparan dan pengrusakan fasilitas kampus.

Dalam kejadian itu, tiga unit sepeda motor, satu unit mobil, serta pos satpam turut terbakar. Polisi juga menemukan dua mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka-luka. Kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai Rp20 miliar.

Merespons apa yang terjadi, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Mirza Tabrani mengajak semua pihak di kampus itu dapat menjaga kondusivitas pascakerusuhan yang terjadi antarkelompok mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi itu.

"Pimpinan Universitas Syiah Kuala (USK) telah berkoordinasi dan sedang menunggu hasil investigasi pihak berwajib terkait kerusuhan yang terjadi antarkelompok mahasiswa di lingkungan kampus USK," kata Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani di Banda Aceh.

Ia mengimbau kepada seluruh civitas akademika dapat menahan diri dari tindakan maupun hal-hal lainnya yang berpotensi memperkeruh situasi dengan tetap mengedepankan komunikasi yang persuasif, santun, dan konstruktif.

Pihak universitas juga telah berkoordinasi dengan pimpinan tingkat fakultas, pihak keamanan kampus, dan pihak berwajib guna meningkatkan pengamanan di lingkungan universitas serta memitigasi dan mengantisipasi potensi terjadinya gangguan keamanan.

"Kami memberi apresiasi atas segala atensi dan kepedulian seluruh civitas akademika terhadap kampus kita tercinta, jantung hati milik Rakyat Aceh ini. Mari bersama-sama menjaga suasana kampus agar tetap aman, kondusif, dan terkendali, sehingga proses belajar-mengajar tetap berlangsung seperti biasa," ujarnya.

Selain itu, USK juga meminta dukungan dari para dosen agar terus mengingatkan dan membimbing mahasiswa untuk tetap mengedepankan sikap bijak, menjaga etika akademik, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu keresahan.

Rektor USK juga mengimbau agar segala potensi gangguan keamanan di lingkungan kampus dapat dimitigasi dan diantisipasi serta dikoordinasikan dengan pimpinan fakultas atau pihak universitas.

(dra/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |