Surabaya, CNN Indonesia --
Satreskrim Polres Probolinggo menangkap tiga orang yang diduga terlibat pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
"Betul, sudah kami amankan para pelaku yang mencuri tujuh koper milik wisatawan asing asal Thailand," kata Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, Senin (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahyudin menyebut penangkapan dimulai pada Sabtu (21/2/) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas lebih dulu meringkus RH, warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, di rumahnya tanpa perlawanan.
Dari pemeriksaan RH, terungkap adanya keterlibatan pelaku lain dalam aksi pencurian tersebut. Tak menunggu lama, sekitar pukul 17.00 WIB, tim Resmob langsung bergerak melakukan pengembangan.
Bersama anggota Polsek Sukapura, petugas kembali menggerebek sebuah rumah di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo. Di lokasi itu, ED beserta istrinya turut diamankan karena diduga terlibat dalam pencurian tujuh koper milik wisatawan Thailand.
Dalam waktu kurang dari satu jam sejak penangkapan pertama, seluruh terduga pelaku berhasil diamankan dan langsung digelandang ke ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Probolinggo.
"Kami masih melakukan proses pemeriksaan dan pengembangan terlebih dahulu agar tim bisa mengungkap kasus ini secara tuntas," ujarnya.
Saat ini, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta menelusuri keberadaan barang bukti yang sempat dicuri.
Sebelumnya tujuh koper berisi barang berharga milik wisatawan asal Thailand raib digasak pencuri saat berlibur di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta Rupiah.
Jhonni, agen travel yang mendampingi wisatawan asal Thailand tersebut mengatakan, pencurian itu terjadi saat kendaraan rombongan diparkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2).
Kejadian bermula ketika rombongan diantar menuju Bromo menggunakan minibus Toyota Hiace. Sesampainya di area pendopo pemberhentian bus, sopir dan wisatawan turun sejenak.
Seluruh koper dan barang-barang mereka disimpan di dalam kendaraan yang diparkir. Sementara mobil dalam kondisi terkunci. Namun saat mereka kembali, pintu mobil yang tadi terkunci, terasa sulit dibuka.
"Saat dibuka, kondisi di dalam sudah berantakan. Koper yang semula tersusun rapi sudah acak-acakan. Setelah dicek, tujuh koper hilang," kata Jhonni, Senin (16/2).
Dari data yang dihimpun, kerugian korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga dilaporkan raib, mulai dari paspor, uang tunai hingga perangkat elektronik.
Satu tas merah milik korban bernama Kanthuma Puk berisi make up, pakaian, serta dompet dengan uang tunai sebesar Rp3.251.046 ikut hilang. Backpack hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen juga digondol pelaku. Di dalamnya terdapat kamera Ricoh GR IV senilai Rp26.550.209, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, serta earphones.
Sementara itu, backpack hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, serta pakaian juga tak luput dari sasaran. Dua tas lainnya milik Naowarat dan Sawatphiphatphon yang berisi pakaian turut hilang. Selain itu, satu backpack hitam milik Chanidapa Pavichievac yang berisi pakaian juga dilaporkan raib.
Salah satu korban, Kathuma Puk, mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut. Ia menyebut kehilangan itu berdampak besar terhadap rencana kepulangannya. Pasalnya, paspornya juga ikut raib.
"Saya sangat kecewa dengan apa yang telah saya alami. Akibat kehilangan itu, saya menjadi kesulitan mengurus paspor untuk perjalanan kepulangan saya. Apakah pihak kepolisian bisa menemukan kembali barang-barang saya yang hilang itu," kata Kathuma.
(fra/frd/fra)

13 hours ago
6















































