Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri menyampaikan surat duka atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei oleh serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Surat Megawati dikirim sejumlah pengurus pusat partainya, dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan diterima langsung Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi di Kedutaan Besar (Kedubes) Iran, Jakarta, Selasa (3/3).
Megawati dalam suratnya mengaku terkejut sekaligus berbelasungkawa terhadap Khamenei yang gugur dalam serangan mendadak gabungan AS-Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama pribadi dan keluarga besar Bung Karno serta mewakili bangsa dan rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian, keadilan dan kedaulatan negara merdeka, saya menyampaikan simpati dan solidaritas kami yang tulus bagi keluarga, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran," tulis Megawati.
Menurut Mega, selama tiga dekade memimpin Iran, Khamenei memiliki kedekatan batin dengan perjuangan Sukarno.
Sejumlah kesaksian menyebut, Khamenei sejak muda mengagumi Bung Karno: membaca pemikirannya, dan menjadikan Pancasila dan Dasa Sila Bandung sebagai salah satu referensi dalam merumuskan sintesis antara agama, kebangsaan dan keadilan sosial di Iran.
Mega mengaku Indonesia dan Iran memiliki ikatan historis dan kesamaan nasib sebagai sesama bangsa yang menentang berbagai bentuk penjajahan.
"Dalam kepemimpinan beliau kami menangkap gema semangat anti kolonialisme, solidaritas dunia ketiga, dan tekad untuk menolak segala bentuk dominasi dan ketidakadilan global," ujarnya.
Megawati mengenang kunjungannya ke Teheran pada 2004, selaku Presiden Republik Indonesia. Kunjungan itu adalah untuk menghadiri Konferensi D-8 sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dan kerjasama antara kedua negara. Kala itu, tulis Mega, dia berkesempatan bertemu Ayatullah Ali Khamenei.
"Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta kharisma kepemimpinan yang terpancar dalam diri beliau," ujar Mega.
Mega dalam suratnya sekaligus menegaskan bahwa masyarakat Indonesia berdiri bersama Iran menolak dan mengecam agresi militer AS dan Israel yang dinilai sepihak dan melanggar kedaulatan negara.
"Kami meyakini prinsip yang kami pegang sejak era Bung Karno hingga hari ini, yakni bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalan dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata," katanya.
(thr/isn)

11 hours ago
5

















































