Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah pejabat negara menyampaikan pesan Idulfitri usai pelaksanaan Salat Id 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/3).
Mereka menekankan pentingnya menjaga persatuan, solidaritas, serta rasa syukur di tengah dinamika global.
Pimpinan MPR RI Ahmad Muzani mengawali dengan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, saya Ahmad Muzani menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin," ujarnya.
Ia berharap momentum Idulfitri dapat semakin memperkuat persaudaraan dan kerukunan bangsa.
"Persaudaraan, persatuan, kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik diharapkan makin kokoh, makin kuat, makin damai," kata dia.
Muzani juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian sosial dan berdoa agar bangsa Indonesia dijauhkan dari berbagai bencana.
"Berbuatlah yang terbaik untuk saudara-saudara kita agar kita menjadi orang yang berguna bagi kehidupan bersama," ujarnya.
Soroti Solidaritas Presiden ke Aceh
Muzani bersama Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin turut menyoroti kunjungan Presiden yang melaksanakan Salat Id di Aceh.
Muzani menyebut kehadiran Presiden di Aceh merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana.
"Hari ini Presiden salat Id di Aceh. Itu bentuk solidaritas yang ditunjukkan kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang pada bulan November terkena musibah," kata dia.
Senada, Sultan Bachtiar menilai langkah tersebut mencerminkan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat.
"Presiden sebagai kepala negara hadir, merasakan, kemudian salat di lokasi bersama masyarakat, itu sesuatu yang sangat baik dan penting," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah kondisi global yang bergejolak.
"Yang paling kita butuhkan di bangsa kita adalah persatuan dan kesatuan, keharmonisan, jaga terus silaturahmi," kata Sultan.
Di tengah itu, Sultan juga menanggapi isu anggaran kementerian dan lembaga. Ia menilai pemerintah telah memiliki perhitungan dan dasar kebijakan yang jelas.
"Kalau dari kami, pasti Presiden atau eksekutif sudah punya hitung-hitungan. Semua itu kan sudah ada aturannya, ada regulasi, ada undang-undangnya," ujarnya.
Ia menambahkan, selama kebijakan yang diambil pemerintah bertujuan untuk kepentingan negara dan masyarakat, maka publik seharusnya memberikan dukungan.
Menag Ajak Masyarakat Bersyukur
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang dinilai relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain.
"Kita perlu bersyukur, karena Indonesia ini tidak seperti yang terjadi di negara-negara lain seperti Bangladesh, Pakistan, Filipina, bahkan Thailand," ujarnya.
Ia juga menyoroti pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri di Masjid Istiqlal yang berjalan lancar meski dihadiri ratusan ribu jemaah.
Menurutnya, jumlah jemaah yang hadir bisa mencapai lebih dari 500 ribu orang, dengan sistem pengamanan ketat yang membuat pelaksanaan ibadah berlangsung aman.
"Zero accident, tidak ada kecelakaan, tidak ada pencurian, tidak ada pencopetan," kata Nasaruddin.
Selain itu, ia menyebut pengelolaan Masjid Istiqlal mendapat pengakuan internasional karena dinilai bersih, efektif, dan efisien.
(anm/sfr)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
6















































