Kemenhaj Minta PPIU Pastikan Keselamatan Jemaah yang Tertahan di Saudi

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan keselamatan jemaah umrah yang kini tertahan di Arab Saudi imbas penutupan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9).

Kemenhaj meminta seluruh asosiasi segera melakukan langkah mitigasi, dan memastikan seluruh jemaah yang terdampak tetap memperoleh pelayanan serta pendampingan, hingga perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman.

"PPIU harus memastikan setiap jemaah memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan akurat mengenai status penerbangan serta penanganan yang sedang dilakukan," kata Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, dalam keterangannya, Senin (7/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Puji, keselamatan jemaah harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan terkait keberangkatan, kepulangan, transit, perubahan jadwal, maupun perubahan rute penerbangan.

Kemenhaj meminta PPIU aktif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pengelola bandar udara, otoritas penerbangan, penyedia layanan di Arab Saudi, serta pihak terkait lain.

"PPIU harus memastikan kebutuhan jemaah tetap terlayani, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya sampai perjalanan dapat dilanjutkan," ujarnya.

Kemenhaj, lanjut Puji, memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang masih berada di Arab Saudi akibat perubahan maupun pembatalan penerbangan.

Kemenhaj meminta PPIU memastikan jemaah tetap berada dalam pendampingan dan memperoleh pelayanan yang memadai hingga dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.

"Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang kehilangan pendampingan atau tidak memperoleh kepastian pelayanan," kata Puji.

Sementara, bagi jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci, PPIU diminta menunda keberangkatan hingga ada kepastian penerbangan dan kesiapan seluruh layanan perjalanan.

"Kami meminta PPIU tidak memaksakan keberangkatan sebelum ada kepastian dari maskapai dan otoritas penerbangan. Keselamatan jemaah harus menjadi pertimbangan utama," ujar Puji.

(thr/har)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |