Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan penggerebekan terkait kasus narkoba di Kampung Bahari pada Kamis (13/8).
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan menerangkan penggerebekan diawali dengan pengejaran bos narkoba berinisial MR.
"Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan," sebut Roy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggerebekan tersebut menghadapi perlawanan dari terduga jaringan narkoba yang menembaki petugas dengan mercon dan petasan. Perlawanan itu lalu dibalas petugas dengan tembakan gas air mata.
Ini bukan pertama kalinya Kampung Bahari menjadi sasaran operasi pemberantasan narkoba. Pada November 2025, BNN-Polri bahkan melakukan penggerebekan di Kampung Bahari sebanyak dua kali dalam satu pekan.
Sejarah Kampung Bahari yang diduga jadi sarang narkoba
Kampung Bahari terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Walaupun terletak di ibu kota, belum ditemukan catatan sejarah ataupun studi yang benar-benar menceritakan latar belakang Kampung Bahari.
Namun, sebuah studi tahun 2024 menguraikan beberapa asal-usul terkait sebuah kampung di Tanjung Priok bernama Kampung Muara Bahari.
Berdasar penelusuran, Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari merupakan dua area yang berbeda namun saling berdampingan dan berada dalam kawasan yang sama di Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam jurnal berjudul Implementasi Kebijakan Khusus oleh Polres Metro Jakarta Utara dan BNN Jakarta Utara terhadap Kampung Muara Bahari diungkap wilayah tersebut disebutkan sebagai sebuah rawa-rawa, namun berubah menjadi bangunan-bangunan liar dan permukiman padat penduduk.
Kampung Muara Bahari dikatakan sebagai rumah bagi banyak nelayan. Saat itu, narkoba digunakan sebagai penjaga stamina karena tuntutan kerja yang ekstrem. Seiring berjalannya waktu, narkoba menjadi produk yang diperjualbelikan karena dianggap membawa keuntungan berkali-kali lipat dan lebih hemat waktu serta tenaga.
Konon, kebiasaan ini semakin langgeng akibat adanya pernikahan keturunan bandar dan perintah orang tua agar anak menjadi kurir narkoba.
Studi yang berbeda, berjudul Ketahanan Sosial Masyarakat di Kawasan Rawan Narkotika Studi Kasus di Kampung Muara Bahari Tanjung Priok Jakarta Utara (2021) lebih menyorot faktor lokasi.
Lokasi Kampung Muara Bahari menjadi semakin rawan karena dekat dengan stasiun, terminal, dan pelabuhan Tanjung Priok, serta dilewati akses tol Bandara Soekarno-Hatta.
Kampung Muara Bahari juga termasuk dalam titik kawasan rawan dan rentan narkoba. Status ini didasarkan dari Buku Petunjuk Teknis Indeks Keterpulihan Kawasan Rawan Narkoba di Indonesia yang diterbitkan BNN pada 2019.
Sejumlah program intervensi telah dilaksanakan di wilayah setempat oleh pemerintah, aparat keamanan, swasta, hingga komunitas. Pada 2021, terdapat upaya dari kepolisian untuk mengubah Kampung Bahari menjadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba.
Pada 2025, BNN juga melaksanakan Pencanangan Pemulihan Kampung Harapan Bersinar (Bersih Narkoba) untuk masyarakat Kampung Muara Bahari. Program ini dibentuk sebagai upaya penanggulangan narkotika yang komprehensif dan berkelanjutan.
(mou/isn)

3 hours ago
1

















































