Isu Calon Paskibraka Sengaja Digugurkan, Ini Penjelasan Sekprov Sulsel

12 hours ago 4

Makassar, CNN Indonesia --

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman membantah dugaan diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tingkat nasional yang melibatkan peserta bernama Cathlyn Yvaeni Lesmana. 

Sebelumnya, Cathlyn disebut sengaja digugurkan di tahap seleksi Paskibraka nasional mewakili Sulsel. Cathlyn yang disebut telah masuk tiga besar hasil seleksi, digantikan oleh orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahma membenarkan Cathlyn gugur, namun bukan karena ada diskriminasi atau sengaja digugurkan.

"Itu kondisinya memang, kalau menurut penjelasan yang menangani, itu sejak seleksi untuk calon peserta ke Jakarta, ada nilainya yang peserta nomor satu lebih tinggi dari ini, si Cathlyn," kata Jufri kepada wartawan, Selasa (26/5).

Jufri membantah istilah dianulir dalam proses seleksi paskibraka nasional dari Sulsel. Penganuliran hanya bisa terjadi jika peserta sudah diumumkan lolos kemudian dibatalkan, sementara kasus ini masih berada dalam tahapan seleksi yang berjalan.

"Tidak ada yang namanya dianulir. Dianulir itu kalau sudah diumumkan lalu dibatalkan. Ini kan masih on going process, masih proses berjalan," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, kata Jufri bahwa peserta tersebut tidak memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan saat menjalani seleksi di tingkat pusat. Beberapa catatan yang menjadi pertimbangan di antaranya kondisi penglihatan dan bentuk kaki.

"Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga ada, apa istilahnya, flat foot atau telapak kaki datar," ungkapnya.

Menurutnya, keputusan terkait lulus atau tidaknya peserta sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi pusat, bukan panitia daerah di Sulawesi Selatan.

"Karena dia diberi semangat, maka diikutkan ke seleksi pusat. Jadi, dia jatuhnya itu di pansel pusat, panitia seleksi di pusat, bukan di sini. Seperti itu," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta agar seluruh proses seleksi dilakukan secara adil dan terbuka. Ia mengaku prihatin atas kondisi yang dialami delegasi asal Makassar.

"Peserta dari Makassar ada, ini delegasi dari Kota Makassar yang dikirim seleksi. Masa tidak ada, kita berharap hasil seleksi semuanya fair," kata Appi sapaan akrabnya.

Appi juga menilai dampak psikologis yang bisa dialami peserta akibat polemik tersebut.

"Kasihan anak-anak yang sudah berproses. Mereka sudah latihan, sudah mempersiapkan diri dengan baik. Yang dikhawatirkan itu mentalnya," jelasnya.

Munafri mengatakan Pemerintah Kota Makassar hanya bertugas mengirim peserta terbaik ke tingkat provinsi. Setelah itu, seluruh proses penilaian menjadi kewenangan panitia seleksi di tingkat provinsi dan pusat.

(mir/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |