Jakarta, CNN Indonesia --
DPR RI disebut mulai berhemat menyusul rencana efisiensi kembali APBN 2026 termasuk wacana pemotongan gaji anggota DPR dan menteri-wakil menteri kabinet.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, Indra Iskandar mengatakan penghematan mulai dilakukan terhadap sejumlah pos anggaran, mulai dari perjalanan dinas hingga penggunaan listrik di lingkungan kompleks parlemen.
"Minggu lalu sudah membahas dari banyak aspek gitu ya berkaitan dengan penghematan dan juga pola kerja ke depan kemungkinan ke depannya gitu ya," ujar Indra saat dihubungi, Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra mengatakan Kesekretariatan DPR kini mulai mengurangi perjalanan dinas terhadap ASN di lingkungan DPR, kecuali hanya untuk dinas mendesak.
Di sisi lain, pihaknya kata Indra juga mulai mengurangi penggunaan listrik di lingkungan kompleks parlemen. Nantinya, kata Indra, semua lampu ruang rapat akan dimatikan pada pukul 20.00 WIB.
"Nanti setiap hari itu jika tidak ada acara persidangan maksimum jam 8 akan seluruhnya kita akan matikan lampu, malam hari ya," katanya.
Selain itu, kata Indra, pihaknya juga akan mengurangi penggunaan kendaraan internal untuk menekan konsumsi BBM. Dia bilang skema penghematan tengah disiapkan.
"Ke depan ini sedang masih dilakukan exercise belum bisa saya sampaikan sedang kita inikan untuk pengurangan-pengurangan BBM-BBM pada kegiatan-kegiatan," katanya.
Dalam sidang kabinet, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Prabowo menyinggung pengurangan gaji bagi anggota kabinet dan parlemen di tengah ketidakpastian global.
Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk melakukan penghematan penggunaan BBM. Hal itu, katanya, juga telah dilakukan Pakistan saat ini, termasuk pemberlakuan bekerja dari rumah.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR," ujarnya.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah mulai mengkaji lebih dalam ihwal wacana pemotongan gaji menteri atau anggota kabinet dan DPR.
Di satu sisi, Pras menyebut dari sisi cadangan BBM nasional Indonesia cenderung aman. Namun, ia mengatakan seluruh pihak harus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk melakukan penghematan.
"Nanti dimulai dari unsur pemerintah, kementerian, lembaga, kan banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi BBM, misalnya bagaimana kita migrasi ke transportasi publik, bagaimana mengurangi atau membatasi pemakaian kendaraan dinas, plat merah itu. Jadi begitu-begitu, sedang kita finalkan," kata dia di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3).
(thr/isn)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
5

















































