Dewan Pakar Geopark Kebumen Beberkan Strategi Geotrail di APGN 2026

7 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) mengembangkan geotrail sebagai bagian dari strategi memperkenalkan potensi geologi, biodiversitas, dan budaya kepada pasar pariwisata yang lebih luas. Promosi dilakukan melalui pendekatan sport tourism dan kegiatan bisnis pariwisata.

Strategi tersebut dipaparkan Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen, Chusni Ansori, dalam 9th Asia Pacific Geoparks Network Symposium 2026 di Langkawi, Malaysia, Kamis (10/9). Paparan tersebut disimak oleh Koordinator APGN Jin Xiaochi, Wakil APGN Ibrahim Komoo, serta sejumlah ilmuwan dari berbagai negara.

Dalam presentasi bertajuk 'Geotrail in Kebumen UGGp, It's Promoted Through Kebumen Geopark Trail Run and Kebumen Travel Mart', Chusni memaparkan kekayaan geologi Kebumen yang menjadi fondasi pengembangan geopark.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keunggulan Kebumen UGGp tidak hanya terletak pada ancient land atau bukti geologi berumur Kapur, tetapi juga living nature dan living culture yang berkembang di tengah masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Kebumen UGGp mengusung tema 'The Glowing Mother Earth of Java' dengan luas wilayah daratan sekitar 1.138,7 kilometer persegi dan wilayah laut 21,98 kilometer persegi yang mencakup 22 kecamatan serta 374 desa.

Kawasan ini memiliki dua geoheritage utama, yaitu Karangsambung di bagian utara yang menyimpan bukti lantai samudra purba dan zona subduksi, serta Karangbolong di bagian selatan dengan bentang alam karst berbentuk kerucut. Kekayaan tersebut diperkuat dengan keberadaan 42 geosite, delapan biosite, dan 24 situs budaya.

Chusni menjelaskan bahwa potensi tersebut dikemas melalui tiga jalur geowisata atau geotrail. Jalur pertama bertema 'The True History of Mother Earth and Plate Tectonic Theory' yang diarahkan untuk memberi pemahaman mengenai sejarah bumi dan teori tektonik lempeng.

Jalur kedua, 'The Cave: Natural and Human Life', menawarkan pengalaman memahami proses karstifikasi dan vulkanik sekaligus melihat hubungan antara kehidupan manusia, biodiversitas, dan budaya di kawasan gua. Jalur ketiga, 'The Paradise of Oceanic Warmth & Culture', mengangkat keindahan kawasan pesisir Kebumen sekaligus memperkenalkan proses geologi dan budaya masyarakat setempat.

Menurut dia, kombinasi tersebut membuka peluang pengembangan berbagai jenis pariwisata, mulai dari geowisata, wisata edukasi, wisata petualangan, pariwisata berbasis masyarakat, hingga MICE.

Strategi Promosi

Salah satu strategi promosi yang mendapat perhatian adalah Kebumen Geopark Trail Run (KGTR). Kegiatan ini menggabungkan olahraga, petualangan, dan promosi destinasi dalam satu rangkaian acara.

Rute KGTR dirancang melewati beragam lanskap Kebumen, mulai dari pantai, perbukitan, hutan, hingga desa wisata. Peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung menikmati kekayaan alam dan geologi geopark.

Pada 2025, KGTR diikuti sekitar 1.600 pelari dengan kategori 3, 7, 14, dan 21 kilometer. Pada 2026, kategori diperluas menjadi 7, 17, 30, dan 50 kilometer, dengan perputaran dana yang disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu juga memperlihatkan konsep night running, cave trail, hingga rute yang melintasi kawasan pesisir. Format tersebut menjadi salah satu cara menjangkau segmen wisatawan muda melalui wisata olahraga bernilai tinggi.

Di samping KGTR, Kebumen Travel Mart 2026 menjadi instrumen lain untuk memperluas pemasaran destinasi geopark. Kegiatan tersebut memadukan B2B tabletop, business matching, dan kegiatan budaya.

Chusni menyebut kegiatan itu mempertemukan 258 buyer dari berbagai daerah di Indonesia dan 14 peserta dari Malaysia dengan 60 seller dari Kebumen dan wilayah Jawa. Kegiatan budaya yang menjadi bagian dari Travel Mart turut menarik lebih dari 3.000 pengunjung lokal.

Nilai perputaran dana selama kegiatan tersebut disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar. Konsep tersebut tidak hanya memasarkan destinasi, tetapi juga produk makanan, suvenir, serta berbagai produk ekonomi kreatif masyarakat.

Pengembangan pariwisata berbasis geopark diperkuat melalui kebijakan pemerintah daerah, salah satunya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengembangan Geopark Kebumen.

Kebumen juga telah menyiapkan master plan pengembangan geopark periode 2025-2034 serta memasukkan pengembangan geopark ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

Menurut Chusni, penguatan branding geopark mulai menunjukkan dampak terhadap aktivitas pariwisata dan perekonomian daerah. Merujuk penelitian Yunianto dan tim pada 2026, sejumlah indikator pembangunan berkelanjutan di Kebumen menunjukkan perkembangan positif sejak penguatan kelembagaan geopark.

Aktivitas pariwisata disebut tumbuh, antara lain melalui peningkatan akomodasi sekitar 5,33 persen per tahun dan kunjungan wisatawan 13,98 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut juga dikaitkan dengan terbukanya kesempatan kerja, meningkatnya partisipasi angkatan kerja, penurunan tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.

Chusni menegaskan bahwa kekuatan Kebumen UGGp berada pada keterhubungan antara geologi, alam, dan kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan itu, geopark tidak hanya diposisikan sebagai kawasan untuk melihat bentang alam, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, petualangan, interaksi budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Pengembangan geotrail melalui KGTR dan Kebumen Travel Mart menjadi bagian dari strategi membawa kekayaan geologi Kebumen ke pasar pariwisata yang lebih luas.

"Geopark bukan hanya tentang batuan dan bentang alam, tetapi juga bagaimana kekayaan geologi terhubung dengan biodiversitas, budaya, dan kehidupan masyarakat," pungkas Chusni menutup paparannya dalam forum geopark tingkat Asia-Pasifik tersebut.

(rir)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |