Jakarta, CNN Indonesia --
Malam takbir Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 diwarnai tragedi petasan yang memakan korban di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng), bahkan ada yang berujung maut.
Semarang
Seorang bocah inisial G (9) ditemukan tewas setelah terjadi ledakan diduga karena petasan di rumahnya, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Mengutip dari detikJateng pada Jumat (20/3) lalu, ledakan itu terjadi dini hari, dan petasan diduga dibeli bocah tersebut via toko daring.Dilansir detikJateng pada Jumat (20/3/2026), ledakan terjadi dini hari tadi. Korban sempat dicari karena hilang, lalu ditemukan tak bernyawa di bawah meja makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tenaga Ahli Bid Labfor Polda Jateng AKBP Totok Trikusuma Rahmat mengatakan pihaknya mengumpulkan material sisa ledakan dari bubuk petasan tersebut, dalam rangka untuk penyelidikan. Diduga bubuk petasan tersebut dibeli untuk kemudian dirakit menjadi petasan.
Anggota Gegana dan Labfor Polda Jateng yang berada di lokasi mengamankan dua dus petasan.
"Dia itu serbuk petasan satu stoples atau satu wadah. Dia meledak langsung, jadi belum ada petasan yang saya temukan karena dia merakit, beli COD. Jadi belum melakukan proses perakitan, dia meledak sendiri," tutur Totok.
Pekalongan
Setidaknya sembilan orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit imbas petasan meledak saat dirakit dalam rumah di Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Sabtu (21/3) dini hari tadi.
Mengutip dari detikJateng, ledakan itu menggemparkan warga sekitar. Suara dentuman yang sangat keras membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Salah satu warga, Wahidin (45), mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.15 dini hari. Wahidin melihat kondisi rumah yang berada di depan kediamannya sudah porak-poranda dan muncul kepulan asap pekat dengan bau yang menyengat.
"Begitu buka pintu, rumah (depan rumahnya) sudah roboh, ada kepulan asap. Setelah asap hilang, baru kelihatan rumahnya sudah hancur," jelasnya.
Sembilan korban ledakan racikan petasan dirawat di rumah sakit berbeda.
Tujuh korban dirawat di RS Siti Khodijah, 1 korban di RSUD Bendan dan 1 korban di klinik layanan kesehatan.
Korban ledakan di RSUD Bendan dan di Klinik, menjalani rawat jalan. Demikian juga 4 dari 7 korban ledakan petasan yang dirawat di RS Siti Khodijah rawat jalan.
Selain itu, rumah kosong yang dijadikan tempat meracik petasan hancur. Tim Labfor Polda Jawa Tengah, melakukan olah kejadian perkara, siang tadi.
Dari hasil keterangan sementara, para korban ini mendapatkan bubuk petasan melalui pembelian online. Sebanyak 1,5 kg bubuk petasan dibeli melalui online.
Purworejo
Setidaknya lima orang terluka karena petasan yang meledak saat diracik pemiliknya di Purworejo, Jawa TEngah.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah Rohiman (46) Dusun Tanggul Angin, Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh pada Jumat (20/3) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Akibat peristiwa itu, lima orang terluka termasuk anak dari Rohiman yakni MRP (18) yang mengalami luka bakar cukup parah, sementara empat orang lainnya mengalami luka bakar ringan.
"Korban ada lima, satu luka bakar cukup parah yang lainnya luka ringan," ungkap Kapolsek Pituruh, AKP Purwanto di lokasi, dikutip dari detikJateng.
Adapun keempat korban lainnya adalah F (18), K (16), B (15), dan A (9). Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Untuk korban yang cukup parah yakni Pratama dibawa ke RS Palang Biru Kutoarjo sementara empat lainnya ke RSUD Prembun," imbuhnya.
(kid)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
4















































