Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengadakan uji coba penyempurnaan layanan Lintas Raya Terpadu (LRT) Kelapa Gading-Manggarai pada Kamis (10/9).
Sebelumnya, LRT jalur ini hanya beroperasi dari Stasiun Kelapa Gading hingga Stasiun Velodrome.
Namun, LRT Jakarta kini sudah melayani rute Kelapa Gading hingga Manggarai. Rute ini melintas sepanjang 12,2 km dan melewati total 11 stasiun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com ikut menjajal LRT dari Kelapa Gading hingga Manggarai, Kamis (10/9) dalam momen uji coba LRT yang digelar Dishub DKI.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Kelapa Gading.
Pada tahap uji coba ini, petugas membantu dalam proses tap kartu pada gate. Proses tap berlangsung selama kurang lebih 2 detik.
Untuk masuk ke area peron, peserta uji coba harus menaiki sejumlah tangga ataupun eskalator. Peronnya sendiri berada di lantai tiga stasiun.
Sesampainya kereta, peserta uji coba melihat sebanyak dua train set, masing-masing terdiri dari 2 gerbong atau kereta.
CNNIndonesia.com pun masuk ke gerbong paling depan.
Suasana gerbong cukup sejuk dan bersih. Dalam satu gerbong terlihat ada dua tiang bagi pesepeda. Interior kereta juga tampak didominasi dengan warna putih, merah, abu-abu.
Berdasarkan pengamatan, di LRT ini tidak disediakan tempat untuk menaruh tas atau barang bawaan di bagian atas gerbong.
Sementara itu, kursi di LRT ini tergolong nyaman walau permukaannya terasa cukup licin jika dibandingkan dengan kursi di moda transportasi umum lainnya.
Perjalanan dimulai pada pukul 14.55 WIB. Perjalanan cukup halus dan stabil, tanpa hentakan yang kencang ketika mulai bergerak ataupun berhenti.
Namun, sempat terdengar suara gesekan nyaring setiap LRT melalui tikungan. Suara gesekan ini paling terdengar di perjalanan menuju Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall. Jika dibandingkan, suaranya gesekannya lebih nyaring dari yang terdengar dan terasa dari Moda Raya Terpadu (MRT) ketika menikung seperti di rute Fatmawati-Cipete.
Walaupun demikian, secara umum, saat melewati tikungan tak mengganggu kenyamanan penumpang. Selain itu sebab LRT berjalan pelan pas tikungan, jadi tak mengganggu stabilitas.
Pada uji coba ini, kereta terus melaju melewati Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. Stasiun-stasiun ini merupakan bagian dari pembangunan LRT fase 1A.
LRT baru berhenti sejenak di Stasiun Rawamangun. Salah satu stasiun baru yang menjadi bagian dari pembangunan LRT fase 1B.
Tampak peron pada stasiun ini cukup sederhana. Hanya terlihat beberapa banner peresmian LRT Jakarta yang digantung di samping peron.
Satu hal yang membuat tampilan peron cukup canggung untuk sebuah stasiun baru yakni barisan semen nat di lantai yang berantakan atau tidak sejajar dengan lainnya.
Selain hal tersebut, peron di stasiun ini tampak cukup memadai.
Setelah berhenti sejenak di stasiun ini, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini, kereta LRT melewati Stasiun Pramuka, Matraman, dan Stasiun Proklamasi.
Di Stasiun Proklamasi, CNNIndonesia.com melihat sejumlah petugas yang masih memperbaiki kaca. Terlihat pula semacam kabel yang masih menjuntai di samping peron. Namun, karena kereta hanya melintas sesaat, hal-hal tersebut tak dapat ditelusuri lebih lanjut.
Lalu, sebelum berhenti di Stasiun Manggarai, tinggi jalur LRT terlihat lebih tinggi dari sebelumnya. Bahkan, penumpang dapat melihat tampak atas dari Stasiun KRL Manggarai.
Tak lama setelah itu, para peserta uji coba tiba di Stasiun Manggarai. Waktu menunjukkan pukul 15.27 WIB.
Jika dikurangi dengan waktu pemberhentian di Stasiun Rawamangun, perjalanan LRT Kelapa Gading-Manggarai berdurasi kurang lebih 25 menit.
Setelah merasakan perjalanan dari Kelapa Gading hingga Manggarai menggunakan LRT, CNNIndonesia.com juga berkesempatan melihat bagian dalam Stasiun LRT Manggarai.
Dari peron menuju lantai bawah untuk masuk dan keluar stasiun, pengguna harus turun lantai sebanyak tiga kali. Luas eskalator hanya muat untuk satu baris dan luas tangga pun cukup terbatas.
Walaupun sempat direncanakan untuk diresmikan pada Rabu (26/8) lalu, lantai dasar stasiun ini masih tampak kosong. Belum ada pembangunan kios untuk tenant yang biasanya terlihat di stasiun.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebutkan bahwa tempat untuk tenant tersebut sedang dipersiapkan.
"Iya, kalau kita lihat tuh di situ kan ada tuh coming soon, D'Crepes. Coming soon Alfamart ya udah ada yang booking tuh. Lalu satu lagi apa ya? Udah ini kan udah ada yang udah ada yang booking," katanya dalam uji coba untuk Kamis tersebut.
Kini, LRT Kelapa Gading-Manggarai dioperasikan untuk menjalani sejumlah tahapan uji coba penyempurnaan layanan. Budi mengatakan akan ada juga uji coba yang melibatkan masyarakat umum melalui undangan dan pendaftaran terbuka.
Namun, hingga sekarang, belum ada tanggal peresmian yang dapat diumumkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Launching-nya ya saat ini masih berproses, ya. Kita tunggu saja nanti," ujar Budi, Kamis (10/9).
Uji coba proses tap di gate layanan LRT Kelapa Gading-Manggarai pada Kamis (10/9). (CNN Indonesia/Moureen Nathalia)
Setelah uji coba selesai, CNNIndonesia.com menemui beberapa penumpang yang juga pertama kali menaiki LRT Kelapa Gading-Manggarai.
Salah satunya adalah Daffa Ridwan (25). Bekerja sebagai jurnalis, Daffa melihat LRT sebagai opsi yang menarik untuk mobilisasi dengan waktu singkat.
"Saya bakal nyobain lagi sih, mungkin buat liputan geser-geser ke sana. Itu kan lumayan dari Manggarai ke Kelapa Gading tadi sekitar setengah jam-an lah, sekitar segitu. Jadi memudahkan sih biar enggak macet juga kan," ungkapnya.
Namun, Daffa sempat menyorot kondisi gerbong ketika dipadati penumpang.
Kekhawatiran terkait suasana ketika LRT dipadati penumpang juga diungkapkan oleh Lydia (26).
"Cuma dengar-dengar, cuma ada dua dua gerbong gitu loh. Jadi kayaknya kalau andaikata ramai itu tentu enggak enak, sempit," sebutnya.
Meskipun seperti itu, Lydia menyampaikan bahwa perjalanan LRT melintasi stasiun-stasiun baru terasa sangat halus. Mesin tap pada gate stasiun LRT pun tidak menyita waktu lama, ujarnya.
Secara keseluruhan, para peserta uji coba ini merasa perjalanan LRT sudah cukup nyaman. Namun, terdapat satu keluhan yang selalu muncul, yaitu terkait suara goresan rel di tikungan.
"Paling kurangnya tadi agak sempat ngeri dikit pas tikungan keretanya karena bunyi ngik-ngik gitu," ujar Dinda (25), salah seorang peserta uji coba LRT.
Terlepas dari kekhawatiran tersebut, Dinda tetap merasa nyaman pada pengalaman pertamanya menaiki LRT ini.
Sebagai seorang pengguna rutin transportasi umum, ia terkhususnya tertarik pada harga yang ditawarkan oleh LRT Jakarta.
"Menurut aku itu sangat worth it karena kan infonya juga kan tarifnya 5.000 ya nanti. Jadi menurut aku itu sangat terjangkau, dan untuk aku yang anak kereta khususnya, lumayan jadi alternatif yang utama sih nantinya kalau misal aku butuh ke arah Jakarta Utara," jelas Dinda.
(mou/kid)

7 hours ago
15
















































