Jakarta, CNN Indonesia --
Mabes TNI buka suara soal perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus oleh empat anggota TNI.
Sebelumnya pada Rabu (18/3), Puspom TNI menggelar konferensi pers terkait kasus itu. Di hari yang sama, Polda Metro Jaya juga menggelar konferensi pers. Ada perbedaan inisial tersangka yang disampaikan dua institusi itu.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan proses penyidikan kasus itu masih dilakukan penyidik Puspom TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sdr. AY sedang berjalan," kata Aulia saat dihubungi, Selasa (24/3).
Ia enggan menjelaskan lebih lanjut soal penyidikan yang dimaksud. Aulia meminta semua pihak menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh Penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan.
Sebelumnya TNI menyatakan telah mengamankan 4 orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni NDP, SL, BHW, dan ES.
NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).
Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Sementara itu Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Keduanya punya inisial berbeda dengan yang dibeberkan Puspom TNI.
Versi Polda Metro Jaya, inisial dua pelaku adalah BHC dan MAK dengan kemungkinan terduga pelaku lebih dari dua orang.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk menyelesaikan kasus itu.
"Nah, di sini kami semakin yakin bahwa perlunya TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) independen," kata Alghiffari Aqsa dari AMAR Law Firm melalui keterangan tertulis pada Rabu (18/3).
"Ini perlu didudukkan oleh tim pencari fakta untuk memperluas. Apa sih sasaran dari serangan ini? Jangan-jangan serangannya bukan hanya Andrie," imbuh dia.
Ia juga menduga ada operasi besar yang dilakukan oleh suatu institusi terkait kasus penyiraman air keras tersebut.
Hal itu berdasarkan jumlah terduga pelaku yang diyakini bukan hanya empat orang seperti yang disampaikan TNI dalam konferensi pers 18 Maret.
(yoa/wis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
3















































