Maluku, CNN Indonesia --
Sebanyak 460 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.200 jiwa yang mendiami Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, terpaksa mengungsi ke pegunungan lantaran adanya peringatan tsunami dan gempa susulan yang masih terus terjadi.
Mereka yang mengungsi mayoritas dari anak-anak, perempuan hingga lansia.
Camat Batang Dua, Kota Ternate, Robyanto Koloca mengatakan hingga saat warga masih terus menuju pegunungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan gempa susulan dengan skala magnitudo kecil masih terus terjadi.
"Warga masih terus mengungsi, mereka takut karena kondisi tanah di sini masih terasa bergetar," ucapnya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (2/4).
Warga memutuskan untuk mengungsi ke daratan yang lebih tinggi akibat Pulau Mayau merupakan salah satu dari pulau di Ternate yang cukup merasakan dampak guncangan yang cukup dahsyat.
Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk pergi dan meninggalkan perkampungan karena tanah di Pulau Mayau masih terus bergoyang.
Meski begitu, BMKG saat ini sudah mencabut peringatan dini tsunami. Ia meminta warga tidak perlu khawatir namun warga tetap mengungsi dan tinggal di hutan.
"Mudah-mudahan setelah dicabut peringatan tsunami tidak ada info tsunami," imbuh dia.
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4). Gempa berpotensi tsunami.
Warga di Keluruhan Mayau dan Liliwi, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate sempat panik dan berlarian ke pegunungan setelah air laut mendadak surut.
Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan air laut sempat surut dan memicu kepanikan warga. Mereka langsung berlarian ke daratan yang lebih tinggi karena khawatir tsunami.
Saat ini, sebagian besar warga sementara mengungsi dan membangun tenda di pegunungan. Mereka masih bertahan dan belum memutuskan turun ke rumah setelah BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami.
"Saat ini warga masih berlindung di gunung karena adanya fenomena air surut yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi tsunami," kata Rizal melalui keterangan tertulis, Kamis (2/4).
(sai/isn)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
3














































